OJK dan SRO Gelar Pertemuan Lanjutan dengan MSCI Rabu

Karunia Putri
9 Februari 2026, 11:06
OJK MSCI
Katadata/Fauza Syahputra
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama jajaran self regulatory organization (SRO) pasar modal mengungkapkan rencana untuk kembali bertemu dengan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (11/2).

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan, pihaknya telah menjadwalkan kembali pertemuan bersama MSCI pada Rabu ini. Adapun agenda pertemuan kali ini untuk membahas hal-hal teknis. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti tiga proposal yang sudah disampaikan OJK bersama SRO pada Senin (2/2) pekan lalu.

“Sejalan dengan komunikasi tersebut, Bursa Efek Indonesia dan KSEI mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia yang kami targetkan dapat dipenuhi sebelum akhir April 2026 ini,” kata Jeffrey dalam konferensi pers di BEI, Senin (9/2).

Dalam diskusi sebelumnya pada Senin pekan lalu, Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana untuk memenuhi kemauan MSCI, termasuk dalam mengungkapkan kepemilikan saham. Salah satu komitmennya memperluas kepemilikan saham bagi pemegang dengan porsi di bawah 5%, bahkan hingga pemegang saham dengan kepemilikan mulai dari 1%.

“Apa yang menjadi concern MSCI itu sangat selaras dengan beberapa program rencana aksi kami yang dicanangkan,” kata Hasan dalam konferensi pers di Gedung BEI, pekan lalu.

Dari delapan rencana aksi, fokus utamanya terutama transparansi, yaitu pengungkapan ultimate beneficial ownership (penerima manfaat akhir) serta peningkatan likuiditas untuk mendorong kenaikan free float.

Selanjutnya, langkah kedua adalah menghadirkan klasifikasi yang lebih terperinci terhadap data investor yang selama ini dikelola oleh KSEI. Saat ini, data tersebut hanya terbatas pada sembilan tipe investor utama. Ke depannya akan diperluas menjadi 27 subtipe investor.

Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan proposal terkait rencana kenaikan free float, dari minimum saat ini sebesar 7,5% menjadi 15%. 

Hasan menyebut hasil diskusi pada pertemuan MSCI pekan lalu berlangsung sangat konstruktif, dan akan dilanjutkan kembali pada level teknis. Bahkan, pihak MSCI siap memberikan panduan terkait metodologi dan cara perhitungan yang akan mereka gunakan pada evaluasi selanjutnya.

“Dan kita bersepakat dan kami akan melakukan regular update kepada publik terkait dengan progres apa yang kami komitkan untuk disediakan sebagai bagian dari menghadirkan transparansi dimaksud,” ucapnya. 

Sebelumnya, Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, menyampaikan saat ini data pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5% belum dapat diakses oleh publik. Ke depannya, akan ada perubahan peraturan dari OJK yang memungkinkan pengungkapan data pemilik saham hingga kepemilikan mulai dari 1%. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...