Deret 16 Emiten di Bawah Underwriter UOB Kay Hian, Ada NCKL hingga DATA

Karunia Putri
10 Februari 2026, 16:25
UOB Kay Hian
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/7/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT UOB Kay Hian Sekuritas tengah menjadi sorotan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekukan izin usaha perusahaan efek tersebut selama satu tahun. Sanksi dijatuhkan lantaran broker asal Singapura itu dinilai melanggar ketentuan dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menanggapi sanksi tersebut, manajemen UOB Kay Hian Sekuritas menyatakan bahwa tindakan otoritas hanya berkaitan dengan proses IPO PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL). Perseroan menegaskan sanksi tersebut tidak berhubungan dengan dugaan manipulasi pasar yang belakangan mencuat.

UOB Kay Hian Sekuritas menyatakan akan menghormati keputusan OJK dan berkomitmen meningkatkan standar profesionalisme perusahaan bersama jajaran manajemen serta tim corporate finance yang baru, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Perseroan juga memastikan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek tetap berjalan normal.

“Sementara kegiatan penjaminan emisi efek (underwriting) akan dijalankan kembali tahun depan sesuai ketetapan OJK,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, dikutip Senin (9/2).

UOB Kay Hian Sekuritas tercatat sebagai penjamin emisi (underwriter) IPO untuk REAL. OJK menilai perusahaan efek itu tidak memenuhi prosedur customer due diligence (CDD) terhadap UOB Kay Hian Pte Ltd yang bertindak mewakili delapan investor sebagai beneficial owner. Dalam temuan OJK, delapan investor tersebut mengisi data pekerjaan sebagai staf PT Repower Asia Indonesia Tbk.

Selain sanksi pembekuan izin usaha, OJK juga menjatuhkan denda sebesar Rp 30 juta serta larangan beraktivitas di pasar modal selama tiga tahun kepada Direktur PT UOB Kay Hian Sekuritas periode Desember 2018–Februari 2020, Yacinta Fabiana Tjang.

Induk usaha UOB Kay Hian Sekuritas, yakni UOB Kay Hian Pte Ltd, turut dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp 125 juta. Perusahaan investasi asal Singapura tersebut dinilai sebagai pihak terkait yang menyebabkan terjadinya pelanggaran, karena menggunakan informasi yang tidak benar untuk tujuan penjatahan pasti dalam IPO REAL.

Sementara itu, emiten REAL dikenai sanksi administratif sebesar Rp 925 juta atas transaksi jual beli tanah di Tangerang, Banten, pada Februari 2024. Nilai transaksi tersebut tercatat lebih dari 20% ekuitas perseroan per 31 Desember 2023. OJK menilai REAL memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak benar mengenai investor tertentu dalam proses penjatahan saham. Otoritas juga menjatuhkan denda Rp 240 juta kepada Direktur Utama Repower Asia Indonesia, Aulia Firdaus, karena dinilai tidak menjalankan tanggung jawab pengurusan emiten dengan baik.

 

Sepanjang periode 2022 hingga 2025, tercatat sedikitnya 16 emiten melantai di BEI melalui penjamin emisi UOB Kay Hian Sekuritas. Emiten-emiten tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari barang baku seperti PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL); barang konsumsi PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM); infrastruktur PT Remala Abadi Tbk (DATA), hingga; properti PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX). Secara lebih terperinci, daftar emiten yang melakukan IPO melalui UOB Kay Hian Sekuritas dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

16 Emiten di Bawah Underwriter PT UOB Kay Hian Sekuritas: 

Nama Emiten Tanggal IPOHarga IPOHarga Saat IniKenaikan/penurunan (yoy)Kapitalisasi Pasar
PT Hero Global Investment Tbk (HGII)9 Jan 2025Rp 200 per sahamRp 146 per sahamTurun 22,34%Rp 949 miliar
PT Kentanix Supra International Tbk (KSIX)8 Jan 2025Rp 452 per sahamRp 342 per sahamNaik 56,88%Rp 731 miliar
PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN)8 Okt 2024Rp 195 per sahamRp 104 per sahamTurun 15,45%Rp 496 miliar
PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA)8 Mei 2024Rp 110 per sahamRp 127 per sahamNaik 154%Rp 417 miliar
PT Remala Abadi Tbk (DATA)7 Mei 2024Rp 188 per sahamRp 3.560 per sahamNaik 282%Rp 4,89 triliun
PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ACRO)11 Jan 2024Rp 108 per sahamRp 81 per sahamNaik 15,71%Rp 281 miliar
PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE)9 Jan 2024Rp 438 per sahamRp 360 per sahamNaik 11,11%Rp 2,19 triliun
PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM)30 Nov 2023Rp 100 per sahamRp 390 per sahamNaik 174,65%Rp 1,56 triliun
PT Koka Indonesia Tbk (KOKA)11 Okt 2023Rp 128 per sahamRp 260 per sahamNaik 114,88%Rp 744 miliar
PT Multitrend Indo Tbk (BABY)7 Sep 2023Rp 266 per sahamRp 298 per sahamTurun 298%Rp 780 miliar
PT Graha Mitra Asia Tbk (RELF)22 Jun 2023Rp 90 per sahamRp 40 per sahamNaik 110,53%Rp 229 miliar
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM)8 Mei 2023Rp 234 per sahamRp 224 per sahamTurun 8,20%Rp 1,52 triliun
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)12 Apr 2023Rp 1.250 per sahamRp 1.340 per sahamNaik 100%Rp 84,23  triliun
PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA)30 Mar 2023Rp 150 per sahamRp 316 per sahamNaik 177,19%Rp 599 miliar
PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI)9 Jan 2023Rp 300 per sahamRp 790 per sahamNaik 5,33%Rp1,97 triliun
PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER)6 Jan 2023Rp 220 per sahamRp 171 per sahamNaik 23,91%Rp 684 miliar


(Sumber: Stockbit Sekuritas, data diolah penulis)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...