BUMI Tetapkan Anthony Salim Penerima Manfaat Akhir, Free Float Melonjak ke 41,3%
Manajemen PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan struktur pengendali dan penerima manfaat akhir perusahaan. Merujuk data terbaru yang disampaikan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat dua nama pemegang manfaat akhir yaitu Anthony Salim bersama Nirwan Dermawan Bakrie.
Dalam laporan yang ditandatangani Corporate Secretary BUMI Irana Candra Mala disebutkan terdapat perubahan komposisi kepemilikan saham serta perkembangan jumlah saham free float dan pemegang saham publik. Dari sisi struktur kepemilikan, entitas Mach Energy (Hongkong) masih tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 170 miliar saham atau setara 45,78%.
Sementara itu, sejumlah pemegang saham lain mengalami perubahan porsi, termasuk Treasure Global yang kepemilikannya turun dari 8,08% menjadi 3,18%. Ada pula kepemilikan saham HSBC-Fund SVS A/C yang menyusut dari 5,76% menjadi 2,81%.
Perubahan tersebut turut berdampak pada komposisi saham publik. Dalam laporan bulanan registrasi pemegang efek, jumlah saham free float BUMI meningkat signifikan dari 32,53% pada bulan sebelumnya menjadi 41,31% pada Januari 2026. Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya saham yang dimiliki investor publik serta berkurangnya porsi sejumlah pemegang saham besar.
Secara nominal, jumlah saham free float naik dari sekitar 120,78 miliar saham menjadi 153,39 miliar saham. Sementara total saham tercatat perseroan tetap sebesar 371,33 miliar saham.
Kenaikan porsi saham publik juga tercermin dari lonjakan jumlah pemegang saham. Per akhir Januari 2026, jumlah investor BUMI meningkat menjadi 550.806 pemegang saham, bertambah sekitar 187.813 investor dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebanyak 362.993 investor.
Dari sisi kepemilikan pengendali, laporan menunjukkan total saham yang dikategorikan sebagai pengendali sebesar sekitar 174,39 miliar saham atau 46,96%, sedangkan porsi non-pengendali mencapai 196,94 miliar saham atau 53,04%. Komposisi ini menegaskan meningkatnya peran pemegang saham publik dalam struktur kepemilikan perseroan.
Selain itu, data kepemilikan menunjukkan sejumlah entitas afiliasi pengendali seperti Long Haul Holdings Ltd., PT Bakrie Capital, serta PT Biofuel Indo masih tercatat sebagai bagian dari kelompok pengendali dengan porsi minoritas.
Masuknya Anthony Salim sebagai penerima manfaat akhir menjadi sorotan pasar karena menandai perubahan penting dalam lanskap pengendalian BUMI. Dengan peningkatan free float hingga di atas 40%, saham BUMI berpotensi memperoleh peningkatan likuiditas perdagangan sekaligus memperbesar peluang masuk dalam indeks yang mensyaratkan porsi saham publik lebih besar.
