Babak Baru Bisnis LNG Jababeka (KIJA) di Kawasan Industri Pasuruan

Nur Hana Putri Nabila
13 Februari 2026, 09:13
LNG, jababeka,
123RF.com/Artinun Prekmoung
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Jababeka Tbk (KIJA) resmi mengoperasikan pabrik mini liquefied natural gas (LNG) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang, Pasuruan, Jawa Timur. Total investasi mencapai sekitar US$16,9 juta atau setara Rp 284,24 miliar (kurs Rp 16.818 per dolar AS).

Proyek ini dikembangkan melalui entitas anaknya PT Likuid Nusantara Gas sebagai perusahaan patungan. Dalam struktur kepemilikannya, PT Jababeka Infrastruktur, entitas anak Jababeka menguasai 60% saham, sedangkab PT Fortius Development Asia dan pemegang saham perorangan masing-masing memiliki 20%. 

Wakil Direktur Utama Jababeka Budianto Liman menyampaikan, pabrik mini LNG ini menjadi fasilitas pertama yang dikelola swasta di Pulau Jawa. Pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar 1 hektare tersebut nantinya akan mengolah sekaligus distribusi LNG, dengan kapasitas produksi awal 2,5 million standard cubic feet per day (MMSCFD) per hari dan potensi ekspansi hingga 4 MMSCFD per hari.

“Kami yakin fasilitas ini dapat berkontribusi pada penyediaan energi yang lebih rendah emisi dan kompetitif bagi pelaku industri, khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya,” kata Budianto dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (13/2). 

Budianto mengatakan operasional pabrik mini LNG ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi bisnis infrastruktur recurring terhadap pendapatan KIJA. Hal itu seiring meningkatnya kebutuhan energi industri yang lebih kompetitif dari sisi harga dan lebih rendah emisi.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, kehadiran fasilitas tersebut selaras dengan upaya pemerintah untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan efisien bagi sektor industri. Menurutnya, fasilitas ini merupakan kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa.

Ia juga berharap pabrik ini mampu mengoptimalkan pemanfaatan gas domestik untuk industri, pembangkit listrik, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Bahkan berpotensi didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia sekaligus meningkatkan efisiensi anggaran.

“Pada akhirnya akan terjadi efisiensi dan dalam jangka panjang masyarakat bisa mendapatkan energi yang cukup dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Yuliot.

Target Kapasitas Produksi hingga Kebut Ekspansi

CEO PT Likuid Nusantara Gas Wira Rahardj mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan perusahaan maupun pelaku usaha yang ingin bertransisi ke energi rendah emisi. Saat ini, operasional pabrik mini LNG didukung armada distribusi menggunakan iso tank berukuran 20 dan 40 kaki untuk melayani kebutuhan konsumen ritel hingga perusahaan distributor.

Pada tahap awal operasional, perusahaan telah menyalurkan gas alam cair ke wilayah Jawa Timur dan Bali, baik dari sisi kualitas maupun distribusi. Ia mengatakan fasilitas ini mampu mendukung perusahaan yang ingin beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.

“Saat ini kami telah bekerja sama dengan beberapa konsumen, termasuk PGN Gagas,” ujarnya. 

Selanjutnya PT Likuid Nusantara Gas menargetkan peningkatan kapasitas produksi pada tahap berikutnya dari 2,5 MMSCFD per hari menjadi 4 MMSCFD per hari melalui penambahan dua unit mesin pengolahan LNG.

Langkah ini untuk mengantisipasi kenaikan permintaan energi industri, khususnya di wilayah Jawa Timur, Bali, dan sekitarnya. Perusahaan membidik realisasi ekspansi kapasitas tersebut pada paruh kedua 2027.

“Dengan kapasitas yang lebih besar, kami optimistis dapat menjangkau lebih banyak

konsumen sekaligus memperkuat peran kami dalam mendukung transisi energi di sektor industri,” kata Wira Rahardja.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...