Babak Baru TRON Perluas Portofolio ke Bisnis Infrastruktur Kendaraan Listrik

Karunia Putri
13 Februari 2026, 11:01
TRON
Katadata/Zahwa Madjid
PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/3/2023).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) berencana memperluas portofolio bisnis ke sektor infrastruktur kendaraan listrik. Ekspansi ini mencakup pengembangan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) serta stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary TRON Wendy Jolanda Waas menyampaikan rencana tersebut akan diputuskan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). 

RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 18 Februari ini. Persetujuan tersebut juga menjadi dasar perubahan anggaran dasar perseroan terkait penambahan klasifikasi kegiatan usaha.

Saat ini, TRON masih fokus pada bisnis teknologi, khususnya solusi digitalisasi transportasi seperti fleet management system, IoT smart bus, serta pengembangan teknologi logistik dan pertambangan. 

Setelah mendapatkan persetujuan, perseroan akan melanjutkan proses perizinan, persetujuan, pendaftaran, dan/atau pemberitahuan kepada instansi atau otoritas berwenang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pelaksanaan penambahan kegiatan usaha tersebut akan dilakukan dengan tetap memperhatikan dan memenuhi seluruh ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada ketentuan di bidang perizinan berusaha dan peraturan sektoral terkait lainnya,” ujar Wendy dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (13/2).

Secara strategis, langkah ini diarahkan untuk memperluas sumber pendapatan sekaligus memperkuat posisi TRON sebagai penyedia solusi transportasi digital terintegrasi. Infrastruktur SPKLU dan SPBKLU akan disinergikan dengan ekosistem pelanggan eksisting, terutama operator transportasi publik dan sistem manajemen armada.

Perseroan menilai peluang sektor kendaraan listrik masih terbuka lebar, seiring tren global elektrifikasi transportasi serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap pengembangan kendaraan listrik.

Strategi pengembangan mencakup penerapan skema battery as a service (BaaS), penggunaan teknologi pengisian cepat DC fast charging, serta penjajakan kemitraan strategis, termasuk dengan PLN.

Dari sisi pendanaan, kebutuhan investasi awal diperkirakan mencapai Rp 75,55 miliar yang bersumber dari kas internal dan/atau pendanaan lain yang sah.

Mengacu pada studi kelayakan independen oleh KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan, proyek ini dinilai layak secara finansial dengan proyeksi net present value (NPV) positif sekitar Rp 357,49 miliar; internal rate of return (IRR) 48,9%, serta periode pengembalian modal sekitar 3 tahun 11 bulan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...