Harga Saham INDS Melonjak Hampir 1.170%, Ada Apa dengan Indospring?

Nur Hana Putri Nabila
19 Februari 2026, 18:46
saham
INDS
Penampakan logo perusahaan di salah satu gedung milik emiten suku cadang kendaraan bermotor, PT Indospring Tbk (INDS), di Jawa Timur.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Saham emiten bidang industri suku cadang kendaraan bermotor, PT Indospring Tbk (INDS) terpantau melonjak hampir 1.170% dalam tiga bulan terakhir. Jika menilik pada data penutupan perdagangan hari ini, Kamis (19/2), saham INDS naik 3,99% ke Rp 2.870 dengan kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 18,83 triliun. 

Volume yang diperdagangkan tercatat 240 juta dengan nilai transaksi Rp 718,3 miliar dan frekuensi perdagangannya sebanyak 119.740 kali. Dalam sebulan terakhir, harga saham INDS sudah melonjak 417,12% dan melesat 1.169,91% dalam tiga bulan ini. 

Seiring dengan itu, INDS mengumumkan lini bisnis fastener (U-Bolt) yang resmi diproduksi secara komersial sejak 2025 diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan perseroan dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini sejalan dengan strategi diversifikasi pasar dan ekspansi global.

Direktur Indospring, Bob Budiono mengatakan, pada tahun ini perseroan membidik ekspor ke kawasan Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab (UEA), serta Uzbekistan hingga ke pasar Amerika Serikat. Menurutnya, wilayah itu memiliki kesamaan spesifikasi kendaraan dengan Indonesia, terutama dominasi truk merek Jepang yang menggunakan model dan standar teknis serupa.

“Ini sejalan dengan strategi INDS dalam memperluas basis pendapatan dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik," ungkap Bob dalam keterangannya, Kamis (19/2).

Selain itu, dia mengatakan, pada tahap awal INDS akan memprioritaskan pemasaran produk fastener ke segmen aftermarket otomotif. Seiring dengan itu, INDS juga menyiapkan peluang investasi lanjutan untuk mengembangkan fastener non-otomotif sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha.

Ia menegaskan, opsi ekspansi ke segmen non-otomotif telah dipersiapkan untuk memperluas sumber pendapatan dan memitigasi risiko bisnis.

“Targetnya, Indospring bisa masuk tiga besar pemain fastener di pasar domestik dan menjadikan lini ini sebagai motor pertumbuhan jangka panjang,” katanya.

Adapun pabrik fastener milik Indospring kini telah beroperasi penuh dan melengkapi portofolio bisnis perseroan yang sebelumnya didominasi oleh produk pegas daun, pegas keong, serta komponen sistem pengereman. 

Dengan kapasitas produksi yang sudah stabil, kata Bob, perusahaan mulai fokus pada penguatan penetrasi pasar ekspor. Melalui ekspansi tersebut, perseroan optimistis lini fastener akan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan dalam jangka menengah hingga panjang.

Apabila menilik kinerja hingga kuartal ketiga 2025, INDS membukukan penjualan sebesar Rp 2,46 triliun.

INDS juga mencermati prospek positif industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil pada 2026 diperkirakan mencapai 850.000 unit, meningkat sekitar 5,4% dibandingkan dengan realisasi 2025 sebanyak 803.687 unit. Peningkatan tersebut diharapkan akan turut mendorong permintaan komponen kendaraan.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...