Ancang-Ancang Danantara, Inalum Bicara Potensi IPO dan Rencana Bisnis

Nur Hana Putri Nabila
25 Februari 2026, 06:35
Inalum Plant
Inalum
Inalum Plant
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum bicara potensi ihwal mencatatkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini menyusul sinyal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara membawa IPO perusahaan BUMN baru ke Bursa Efek Indonesia mulai tahun depan.

Merespons rencana IPO, Chief Financial Officer (CFO) Inalum, Ken Permana, mengatakan Inalum saat ini fokus untuk mengembangkan fasilitas pengolahan dan pemurnian aluminium dan smelter grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.

Ken menyebut perusahaan masih mengeksplorasi sumber pendanaan melalui potensi kerja sama fasilitas perbankan. Adapun untuk pasar modal, perusahaan juga mempertimbangkan penerbitan obligasi baik di dalam negeri maupun global sebelum melihat peluang pendanaan melalui pasar ekuitas.

“Untuk pasar modal kami juga akan eksplor instrumen obligasi baik domestik maupun global terlebih dahulu, baru kemudian lihat potensi equity capital market,” ucap Ken kepada Katadata.co.id, Selasa (24/2). 

Danantara sebelumnya melakukan peletakan batu pertama proyek hilirisasi mineral. Salah satu proyek yang diresmikan adalah pembangunan dua fasilitas pengolahan dan pemurnian aluminium (smelter).

Proyek pertama berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat dengan kapasitas 600 ribu ton dan nilai investasi sekitar Rp 40,6 triliun. Smelter tersebut dikembangkan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang merupakan anggota holding tambang BUMN MIND ID.

Selain itu, terdapat proyek smelter aluminium di Kuala Tanjung, Sumatra Utara dengan kapasitas 275 ribu ton per tahun. Danantara juga mendukung proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Inalum–Antam di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. 

Proyek ini akan menghubungkan rantai pasok bauksit dari Kalimantan Barat dengan fasilitas peleburan aluminium Inalum. Nantinya, produk alumina akan didistribusikan melalui Pelabuhan Kijing.

SGAR fase I memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dengan investasi sekitar Rp 10,7 triliun. Sementara SGAR fase II juga ditargetkan berkapasitas 1 juta ton per tahun dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 14,8 triliun.

Adapun kabar rencana IPO sudah berhembus sejak 2021. MIND ID berencana membawa anak usahanya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), untuk mencatatkan saham perdana melalui initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 2026. 

Mantan Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widagdo, mengatakan saat itu menyebut pihaknya masih melakukan kajian. Menurut Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Inalum bakal melantai di BEI pada tahun 2026 atau 2027 mendatang. 

"Unlocking value Inalum itu salah satu opsi yang memang sekarang kami kaji, kalau secara RJPP-nya mungkin di 2026-2027," kata Dilo kepada wartawan di Jakarta pada 2025 lalu.

Danantara Beri Sinyal IPO BUMN

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menjelaskan, pihaknya saat ini tengah menjalankan strategi penciptaan nilai (value creation), termasuk menentukan perusahaan yang akan dibawa melantai di bursa. Meski begitu, untuk tahun ini Danantara belum merencanakan aksi penawaran umum perdana saham BUMN. 

Seiring dengan rencana itu, Dony mengatakan hasil konsolidasi perusahaan BUMN masih dievaluasi untuk melihat dampaknya secara menyeluruh. Dari proses itu, Danantara akan mendefinisikan ulang perusahaan-perusahaan yang dinilai layak untuk go public. Dony berharap proses IPO perusahaan-perusahaan BUMN dapat mulai berjalan pada 2027. 

“Yang memang itu akan kami lakukan untuk public offering, jadi untuk milik masyarakat,” kata Dony di CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, dikutip Rabu (18/2).



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...