Adu Potensi Dividend Yield BCA dan Bank Himbara 2025, Siapa Paling Tinggi?
Kantong investor pemegang saham bank jumbo bersiap terisi dividen seiring mendekatnya musim bagi-bagi laba. Sejumlah bank besar di Tanah Air pun dikenal konsisten menawarkan dividen yield yang menarik dan kerap berada di atas bunga deposito.
Dividen yield atau imbal hasil dividen adalah rasio yang menunjukkan berapa besar dividen yang dibagikan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya saat ini. Angka ini menggambarkan potensi return tunai yang diterima investor dari dividen dalam setahun.
Sekarang, kita akan melihat potensi dividend yield raksasa bank swasta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tahun ini. Lalu, kita juga akan bandingan dengan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri atas PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN),
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun lalu, dividend yield bank-bank Himbara lebih tinggi dibandingkan BBCA. Bank pelat merah tersebut bahkan beberapa kali membagikan dividen dengan imbal hasil di atas 5%.
Pada periode 2024, BMRI mencatat yield tertinggi sebesar 9,14%. Berikutnya disusul BBRI sebesar 9,04%, BBNI 8,22%, dan lalu BBTN 5,89%. Adapun BBCA menjadi bank dengan yield paling kecil, yakni 3,58%. Kendati demikian, besaran yield bersifat dinamis karena sangat bergantung pada harga saham saat investor membeli.
Lantas, bagaimana potensi dividend yield bank-bank jumbo tersebut untuk tahun buku 2025?
Jika kembali mengacu pada data BEI, dividend yield BBCA berpotensi meningkat menjadi sekitar 4,16%. Sementara itu, BBRI diperkirakan mencatat yield sebesar 8,74%, BMRI 4,05%, BBNI 8,29%, dan BBTN 3,81%.
Ihwal pembagian dividen sudah mulai terendus karena beberapa perusahaan sudah membagikan jadwal dan agenda rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) mereka. BBCA dan BBNI adalah dua di antaranya, yang menyampaikan bahwa salah satu agenda RUPST mereka yaitu menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, termasuk pembagian dividen.
BBCA akan menggelar RUPST pada Kamis, 12 Maret 2026. Sementara BBNI akan melangsungkan rapat penting itu pada Senin, 9 Maret 2026. Adapun BBRI, BMRI, dan BBTN hingga kini belum mengumumkan undangan RUPST.
Seiring dengan dekatnya masa pembagian dividen, beberapa bank sudah menyampaikan kisi-kisi pembagian dividen tahun buku 2025. BMRI misalnya yang menyatakan rasio pembayaran dividen atau payout ratio diperkirakan tidak akan jauh dari sebelumnya.
Adapun pada tahun buku 2024, BMRI membagikan dividen dengan payout ratio sebesar 78%. Direktur Utama BMRI Riduan bahkan optimistis payout ratio dividen BMRI tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Yang pasti better lah dari tahun lalu,” kata Riduan ketika ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).
Adapun BMRI mencetak laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut naik dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp 55,8 triliun.
Sementara itu, Dirut BBTN Nixon LP Napitupulu menyatakan BTN tengah membahas kebijakan dividen bersama Danantara dengan tetap menjaga ROE agar berada di atas 12% dan berpotensi mencapai 14%. Demi mendukung target, BTN memberi sinyal dividen payout ratio bisa berada di kisaran 25-30%.
