Emiten Bakrie BNBR, ENRG dan VKTR Umumkan Kinerja, Mana yang Untung dan Rugi?

Karunia Putri
27 Februari 2026, 16:25
Bakrie
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Direktur Utama & CEO PT Bakrie and Brother Tbk (BNBR atau Perseroan) Anindya Novyan Bakrie (kiri) berbincang dengan Komisaris Utama Armansyah Yamin (kanan) sebelum Rapat Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tiga emiten yang berada di bawah naungan Grup Bakrie telah merilis laporan kinerja keuangan sepanjang 2025. Dua di antaranya mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara tahunan, sementara satu emiten lainnya berbalik jadi rugi.

Laporan kinerja tahunan menjadi acuan penting bagi investor untuk menilai fundamental, kesehatan keuangan serta prospek usaha emiten ke depan. Bagi perusahaan, laporan ini juga digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur pencapaian target bisnis.

Di antara 12 gurita bisnis grup Bakrie, tiga perusahaan grup Bakrie yang sudah merilis laporankinerja keuangan tahun buku 2025 itu adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). 

Berdasarkan laporan keuangan, induk perusahaan grup Bakrie BNBR membukukan kenaikan laba bersih 50,75% menjadi Rp 493,85 miliar. Sementara itu, perusahaan sektor energi pengelola Blok Kangean ENRG mencetak laba bersih senilai Rp 1,53 triliun.

Arah berbeda ditunjukkan emiten transportasi VKTR yang berbalik rugi Rp 11.36 miliar dari laba yang perseroan cetak pada tahun sebelumnya. 

Lantas bagaimana ulasan lengkap kinerja usaha milik keluarga Bakrie tersebut?

Laba Bersih ENRG Melonjak 21% yoy

Emiten ENRG merupakan perusahaan minyak dan gas hulu independen memiliki operasi yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia, mulai dari bagian utara Sumatra, Kalimantan Timur, Jawa, hingga Indonesia bagian Timur. Saat ini kegiatan bisnis ENRG meliputi eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak mentah, gas alam, dan gas cair. 

Tahun lalu, ENRG melaporkan telah menguasai penuh Blok Migas Kangean di Jawa Timur dari Japan Petroleum Exploration Co. Ltd (Japex). Tak hanya itu, ENRG juga telah menyelesaikan divestasi 50% partisipasi interes di Gebang PSC Sumatera Barat kepada Japex. Adapun aset Gebang ditargetkan mulai berproduksi tahun depan.

Tak hanya itu, ENRG juga baru-baru ini mengumumkan telah menemukan ladang minyak baru melalui anak usahanya di salah satu sumur eksplorasi di Wilayah Kerja Strait, Riau.

Sepanjang 2025, ENRG mencetak laba bersih sebesar US$ 91,53 juta atau setara Rp 1,53 triliun (dengan kurs Rp 16.720 terhadap dolar AS) sepanjang tahun lalu. Nilai tersebut melonjak 21,40% dari laba bersih ENRG pada tahun sebelumnya sebesar US$ 75,39 juta.

Penjualan neto perseroan dicatat sebesar US$ 498,12 juta atau Rp 8,32 triliun, naik 6,56% dari penjualan tahun sebelumnya sebesar US$ 467,42 juta. Perseroan telah menginvestasikan lebih dari US$ 250 juta untuk program eksplorasi dan pengembangan di seluruh aset produksi Perseroan

“Hasilnya Perseroan mampu meningkatkan keandalan lapangan-lapangan Perseroan serta memperluas kapasitas produksi aset di masa mendatang,” kata Direktur Utama ENRG Syailendra S. Bakrie dalam keterangan resmi dikutip Jumat (27/2).

Ke depan, ENRG akan tetap fokus memaksimalkan nilai aset melalui efisiensi operasional, alokasi modal yang disiplin, serta pengelolaan keuangan yang prudent guna memperkuat kinerja dan meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

BNBR Cetak Laba Bersih Rp 493,85 Miliar

Secara historis, BNBR merupakan induk utama sejumlah perusahaan Grup Bakrie dan pernah berada pada masa puncak kejayaan bisnis keluarga. Perseroan mengembangkan usaha di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, telekomunikasi, hingga perkebunan, serta ekspor produk seperti pipa baja, baja bergelombang, bahan bangunan, crude palm oil (CPO), dan karet alam.

Saham BNBR belakangan bangkit dari harga Rp 20-50 per saham karena telah mengakuisisi Tol Cimanggis-Cibitung. Saat ini harga sahamnya berada di level 196 per saham. 

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan perseroan, BNBR mencatatkan laba bersih sebesar Rp 493,85 miliar. Torehan tersebut melonjak 50,75% dibandingkan tahun sebelumnya dengan perolehan laba bersih sebesar Rp 327,59 miliar. Meski mengalami pertumbuhan laba, pendapatan perseroan justru tercatat turun. 

Pendapatan BNBR turun menjadi Rp 3,74 triliun dari Rp 3,86 triliun secara tahunan atau year on year (yoy). Seiring dengan turunnya pendapatan perseroan, beban pokok pendapatan perseroan turun menjadi Rp 2,99 triliun dari Rp 3 triliun secara yoy. 

Kenaikan laba ditopang karena adanya pos keuntungan dari pengukuran kembali atas kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya senilai Rp 422,37 miliar di mana tahun sebelumnya posisi kos tersebut kosong. Kemudian pos keuntungan dari pembelian diskon tercatat sebesar Rp 320,12 miliar

Emiten Transportasi VKTR Rugi Rp 11.36 Miliar

Sementara itu, VKTR merupakan emiten Grup Bakrie yang fokus pada pengembangan elektrifikasi transportasi berbasis energi hijau. Perusahaan ini berawal dari PT Bakrie Steel Industries yang berdiri pada 2007 sebagai distributor kendaraan komersial dan komponen logam. 

Pada Maret 2022, perseroan bertransformasi menjadi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk untuk memperkuat arah bisnis di sektor transportasi rendah emisi sejalan dengan transisi energi di Indonesia.

Adapun VKTR membukukan rugi bersih sebesar Rp 11,36 miliar. Posisi tersebut berbalik dari catatan laba yang ditorehkan perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 7,56 miliar. Meski mencatatkan rugi, VKTR membukukan kenaikan pendapatan, meskipun dengan persentase yang sangat tipis.

Pendapatan VKTR naik menjadi Rp 1,08 triliun dari Rp 1 triliun secara tahunan. Beban pokok pendapatan perseroan naik menjadi Rp 892,62 miliar dari Rp 825,51 miliar secara yoy. 

Pos beban umum dan administrasi perseroan membengkak menjadi Rp 177 miliar dari Rp 157,58 miliar sevara tahunan. Kemudian, pos beban keuangan juga meningkat Rp 17,08 miliar dari Rp 10,63 miliar secara yoy

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...