Grup Bakrie BNBR Incar Right Issue Rp 6,5 T, Tutup Utang Tol Cimanggis–Cibitung

Nur Hana Putri Nabila
27 Februari 2026, 17:26
 Direktur Utama Bakrie & Brothers, Anindya Novyan Bakrie (kanan), Jumat (27/2)
Katadata/ Nur Hana Nabila Putri
Direktur Utama Bakrie & Brothers, Anindya Novyan Bakrie (kanan), Jumat (27/2)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), menargetkan bisa meraup dana hingga Rp 6,5 triliun lewat aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. BNBR berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E dengan nilai nominal Rp 12 per saham.

Aksi korporasi ini juga berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan saham hingga maksimal 33,33% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya. Direktur Utama Bakrie & Brothers, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan harga pelaksanaan pasti aksi korporasi itu pada 9 Maret 2026 mendatang. Namun, berdasarkan keterbukaan informasi BEI, asumsi harga pelaksanaan itu adalah Rp 50 per saham.

“Target pengumpulan dananya mungkin antara Rp 4–Rp 6,5 triliun kira-kira,” kata Anin di Bakrie Tower, Jakarta, Jumat (27/2).

Anin mengatakan BNBR menggunakan seluruh dana hasil rights issue untuk membayar utang akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). Langkah ini dinilai dapat memperbaiki struktur keuangan, dengan rasio debt to equity yang sebelumnya sekitar lima kali turun menjadi sekitar dua kali.

“Jadi menjadi lebih sehat, lebih liquid, dan bisa menatap masa depan dengan lebih baik,” ucapnya. 

Selain itu, Anin mengatakan penambahan modal dinilai dapat memperkuat BNBR untuk melakukan ekspansi usaha yang diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan laba dan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham BNBR.

Setelah aksi PMHMETD, lanjut Anin, rasio total pinjaman terhadap total aset turun dari 84,28% menjadi 67,9% setelah right issue. Hal ini menunjukkan porsi aset yang didanai ekuitas menjadi lebih besar sehingga kontribusi kinerja aset bagi pemegang saham meningkat. Sementara itu, rasio ekuitas terhadap liabilitas tercatat meningkat menjadi 211,57% setelah PMHMETD.

“Selain itu, penurunan rasio ini memberikan BNBR fleksibilitas yang lebih tinggi untuk ekspansi dan perolehan modal kerja dari tambahan pendanaan eksternal apabila diperlukan,” ucap Anin.

Seiring dengan itu BNBR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,74 triliun di sepanjang 2025 atau turun sebesar 3,28% year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan bersih BNBR berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,18 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) sebesar Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) sebesar Rp 464,21 miliar.

Lalu laba bersih BNBR melonjak 49,6% senilai Rp 502,74 miliar di sepanjang 2025. Angka ini naik sebesar Rp 166,69 miliar dibanding periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 336,04 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...