Kisi-Kisi Emiten Grup Bakrie (BNBR) Bagikan Dividen Setelah Absen 18 Tahun
Emiten holding Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memberikan sinyal membagikan dividen usai meraup laba bersih sebesar Rp 493,85 miliar tahun buku 2025. Laba yang diperoleh naik 50% lebih dibanding tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bakrie & Brothers, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan keputusan pembagian dividen akan menunggu hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 atau 2026. Namun menurutnya, yang paling menarik saat ini adalah tingginya animo pasar yang tidak hanya menginginkan stabilitas, tetapi juga pertumbuhan kinerja perseroan.
“Nanti pada tanggal main ya, pas lagi RUPS tahunan,” kata Anin di Bakrie Tower, Jakarta, Jumat (27/2).
Ia mengatakan BNBR sudah memiliki ruang untuk membagikan dividen. Namun keputusan tersebut masih perlu dibahas secara internal usai perusahaan melakukan kuasi organisasi dan memastikan kondisi keuangan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk pembagian dividen.
Pada 2007, pemegang saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menyetujui pembagian dividen untuk pertama kalinya sejak krisis moneter 1997. Persetujuan tersebut diberikan dalam RUPS Tahunan, dengan pembagian dividen sebesar 10% dari laba bersih tahun buku 2006 atau sekitar Rp 21,5 miliar.
Adapun BNBR telah menyelesaikan proses kuasi reorganisasi dengan menghapus defisit ekuitas senilai Rp19,5 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan, tujuan dan manfaat pelaksanaan kuasi reorganisasi BNBR adalah agar perseroan dapat memulai kembali dengan neraca yang lebih sehat tanpa dibebani defisit masa lalu.
Langkah ini dilakukan dengan memperbaiki struktur ekuitas melalui eliminasi akumulasi rugi menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih transaksi dengan pihak nonpengendali, serta penurunan modal saham.
Dengan neraca yang mencerminkan nilai saat ini tanpa defisit masa lampau, perseroan diharapkan lebih mudah memperoleh pendanaan untuk pengembangan usaha. Selain itu, tidak adanya saldo defisit juga membuka peluang bagi perseroan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Meningkatkan minat dan daya tarik investor untuk memiliki saham sehingga diharapkan juga akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham BNBR,” tulis dalam laporan keuangan tahun buku 2025 yang dirilis hari ini, Jumat (27/2).
Seiring dengan itu BNBR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,74 triliun di sepanjang 2025. Jumlah ini turun sebesar 3,28% year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya.
Lebih jauh pendapatan bersih BNBR berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,18 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) sebesar Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) sebesar Rp 464,21 miliar.
Lalu laba bersih BNBR melonjak 49,6% senilai Rp 502,74 miliar di sepanjang 2025. Angka ini naik sebesar Rp 166,69 miliar dibanding periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 336,04 miliar.
