OJK Sebut Investor Asing Bukukan Net Buy Rp 360 Miliar pada Februari

Karunia Putri
3 Maret 2026, 16:42
OJK
Pixabay
Ilustrasi pergerakan indeks pasar modal yang salah satunya ditopang oleh arus keluar masuk dana asing.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan transaksi investor asing di pasar modal Indonesia tercatat beli bersih atau net buy sebesar Rp 360 miliar pada periode Februari 2026. Angka ini berbalik arah dibandingkan catatan transaksi investor asing pada periode Januari 2026. 

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, perubahan arah tersebut mencerminkan meredanya tekanan di pasar saham domestik.

“Ini berbalik arah dibandingkan Januari 2026 yang masih mencatatkan net sell sebesar Rp 9,88 triliun,” ujar Hasan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan Februari 2026 di Jakarta, Selasa (3/3).

Ia menjelaskan, pada akhir Februari, tepatnya pada Jumat (27/2) lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis di level 8.235,49. Kendati demikian, indeks terkoreksi 1,13% secara month to date (mtd) dan melemah 4,76% secara year to date (ytd).

Hasan menambahkan, memasuki awal Maret 2026, OJK terus memantau dinamika pasar seiring eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. OJK juga berkoordinasi dengan self-regulatory organization (SRO) pasar modal yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta para pelaku industri pasar modal untuk menyiapkan langkah kebijakan yang diperlukan.

Dari sisi likuiditas, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) perdagangan saham pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 25,62 triliun. Nilai tersebut tergolong tinggi dan konsisten berada di atas Rp 20 triliun sejak Agustus 2025.

Berdasarkan laporan BRI Danareksa Sekuritas, Investor asing membukukan net inflow sebesar US$ 292 juta atau sekitar Rp 4,92 triliun dalam dua pekan berturut-turut sebelum menutup bulan Februari. Aksi itu melanjutkan pembelian dalam dua pekan berturut-turut setelah sebelumnya mencatat inflow US$ 108 juta atau Rp 1,82 triliun. 

Adapun aliran dana asing mayoritas masuk ke saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).  

Sebaliknya, sejumlah saham lain seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) masih dilego asing.

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas mencatat posisi investor asing di pasar saham Indonesia secara year-to-date (YTD) masih berada dalam kondisi defisit sekitar US$ 567,6 juta atau sekitar Rp 9,5 triliun. “Menunjukkan aliran modal ke pasar domestik masih tertinggal dibandingkan beberapa pasar emerging market lainnya,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam analisisnya, dikutip Selasa (3/3). 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...