IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham ISAT, TAPG, UNTR hingga MDKA

Nur Hana Putri Nabila
4 Maret 2026, 06:18
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan me
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan mencapai 50,39 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,94 juta kali.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan hari ini, Rabu (4/3). Pada perdagangan hari sebelumnya ditutup turun 0,9% di level 7.939. 

Apabila menilik perdagangan Selasa (4/3) kemarin, IHSG ditutup merosot 0,96% ke 7.939. Sebelumnya IHSG sempat bangkit pada awal sesi, namun kemudian berbalik melemah hingga ke bawah level 8.000.

Phintraco Sekuritas menilai kekhawatiran perang Amerika–Israel terhadap Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan dan menjadi sentimen negatif yang mendorong pelemahan IHSG. Selain itu, koreksi pada sejumlah saham sektor energi dan pertambangan turut menambah tekanan pada indeks.

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi bijih nikel 2026 sebesar 209,08 juta ton, lebih rendah dibandingkan RKAB 2026 yang berada di kisaran 260–270 juta ton.

Secara teknikal, Phintraco menyebut IHSG telah menembus level psikologis 8.000 sekaligus berada di bawah MA200. Pembentukan histogram negatif oleh indikator MACD serta pergerakan Stochastic RSI yang mengarah turun di area pivot mengindikasikan potensi penurunan IHSG masih berlanjut.

“Jika support IHSG di 7.860 tertembus, diperkirakan akan menguji support berikutnya di 7.700–7.800,” tulis analisis Phintraco, Rabu (4/3). 

Selain itu Phintraco Sekuritas menilai penutupan Selat Hormuz oleh Iran menimbulkan gejolak di pasar energi global, dengan negara-negara di Asia diperkirakan menghadapi dampak paling besar.

Selat tersebut merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia, dengan sekitar 13 juta barel per hari (bpd) melewati rute tersebut pada 2025 atau sekitar 31% dari total aliran minyak mentah yang diperdagangkan melalui jalur laut.

Penutupan selat secara berkepanjangan diperkirakan akan mendorong kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut. Hal itu berpotensi meningkatkan inflasi serta memengaruhi kebijakan moneter bank sentral.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Sementara itu, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase downtrend. IHSG diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave (b) dari wave [x], sehingga berpotensi menguji rentang 7.686–7.846 apabila menembus area support-nya.

Support IHSG berada di 7.712 dan 7.861, lalu resistance terdekat berada di 8.154 dan 8.306,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (4/3). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT United Tractors Tbk (UNTR) akumulasi beli di rentang Rp 28.975–Rp 29.350 dengan target harga di Rp 30.575–Rp 32.025, sementara level stoploss di bawah Rp 28.700.

Kemudian PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 3.390–Rp 3.520 dengan target harga di Rp 4.060–Rp 4.200, serta stoploss di bawah Rp 3.130.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...