Aksi Senyap Menteri KKP Trenggono Kuasai Saham Tambang Merdeka Copper (MDKA)

Nur Hana Putri Nabila
5 Maret 2026, 11:14
Saham
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/YU
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono memberikan pernyataan terkait kecelakaan pesawat ATR 42-500 saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono diam-diam memiliki saham pertambangan tembaga dan emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Berdasarkan data kepemilikan saham di atas 1% yang dirilis Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) per 27 Februari 2026, Trenggono memiliki 251,61 juta atau 1,03% saham terafiliasi Grup Saratoga–Garibaldi itu.

Selain Trenggono, pemegang saham MDKA lainnya yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) tercatat sebagai pemegang saham terbesar sebanyak 4,73 miliar saham atau 19,37%. Selanjutnya, PT Mitra Daya Mustika menggenggam 2,90 miliar saham atau 11,88%, Garibaldi Thohir memiliki 1,82 miliar saham atau 7,46%. 

Kemudian PT Suwarna Arta Mandiri juga tercatat sebagai pemegang saham dengan kepemilikan 1,33 miliar saham atau 5,46%. Investor institusi asing Hongkong Brunp & CATL Co., Limited memegang 1,20 miliar atau 4,93%, sementara Pemda Kabupaten Banyuwangi memiliki 973,25 juta saham atau 3,98%.

Tak hanya itu PT Srijaya Kapital sebanyak 578,40 juta saham atau 2,36%, BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Hari Tua sebesar 527,10 juta saham atau 2,15%, serta PT Trinugraha Thohir menguasai 484,10 juta saham atau 1,98%.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Jaminan Pensiun memiliki 345,93 juta saham atau 1,41%, kemudian Santoso Kartono dengan 303,82 juta atau sebanyak 1,24%.

Apabila menilik kinerjanya, berdasarkan kinerja periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, MDKA membukukan pendapatan tidak diaudit sebesar US$ 1,89 miliar atau Rp 31,67 triliun. Pada operasi emas, Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) membukukan produksi sebesar 103.156 ounces tahun buku 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh penjualan emas mencapai 104.168 ounces dengan harga jual rata-rata US$3.138 per ons atau naik 32% secara tahunan (year on year). 

Sementara itu, operasi tembaga di Tambang Wetar mencatatkan produksi 2.990 ton pada kuartal IV 2025 dan total 10.454 ton sepanjang 2025. MDKA masih menjalankan studi untuk mengevaluasi berbagai opsi perpanjangan umur tambang dan peluang peningkatan tingkat perolehan tembaga dalam jangka panjang. Lalu Proyek Tembaga Tujuh Bukit, salah satu proyek tembaga-emas terbesar di dunia yang belum dikembangkan menunjukkan kemajuan studi kelayakan sepanjang 2025. 

Perkembangan tersebut mencakup perencanaan tambang terintegrasi, program metalurgi, serta optimalisasi proses pengolahan untuk mendukung jalur pengembangan jangka panjang yang terintegrasi. 

Tak hanya itu MDKA menargetkan total produksi emas sebesar 180.000–205.000 ounces pada 2026, dengan menunggu persetujuan RKAB, yang didorong oleh kontribusi Tambang Emas Pani serta produksi berkelanjutan dari Tambang Tujuh Bukit.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...