Jejak UBO Pengendali ASLI, Punya Saham di Perusahaan Haji Isam JARR dan PGUN
Penerima manfaat utama (beneficial owner) dari pengendali baru PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yakni PT Wahana Konstruksi Mandiri tercatat memiliki kepemilikan saham di sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pemilik manfaat utama PT Wahana Konstruksi Mandiri adalah Hariono. Ia tercatat memiliki saham di PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).
“Pengendali baru menyatakan bahwa Hariono adalah sebagai pengendali dan pemilik manfaat utama (beneficial owner) dari pengendali baru perusahaan sasaran (ASLI),” tulis manajemen ASLI dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip Jumat (6/3).
Berdasarkan data kepemilikan saham perusahaan terbuka di atas 1% per 27 Februari 2026, Hariono tercatat menggenggam 100,39 juta saham JARR atau setara dengan 1,09% dari total saham beredar.
Mengacu pada harga saham JARR pada perdagangan intraday Jumat (6/3) di level Rp 2.040 per saham, nilai investasi Hariono di emiten tersebut mencapai sekitar Rp 204,81 miliar.
Selain itu, Hariono juga tercatat memiliki 68,23 juta saham PGUN atau setara dengan 1,19% dari total saham beredar. Dengan harga saham PGUN di Rp 9.000 per saham, nilai investasinya di perusahaan tersebut mencapai Rp 614,13 miliar.
Sementara itu, PT Wahana Konstruksi Mandiri akan melaksanakan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) kepada pemegang saham publik ASLI sebagai kelanjutan dari proses pengambilalihan perseroan.
Jumlah saham yang akan ditawarkan dalam MTO mencapai sebanyak-banyaknya 2,33 miliar saham atau setara dengan 37,28% dari modal ditempatkan dan disetor penuh ASLI. Penawaran tender wajib tersebut dilakukan dengan harga Rp 204 per saham, sehingga total nilai transaksi diperkirakan mencapai maksimal Rp 475,32 miliar.
“Transaksi ini menjadikan pengendali baru sebagai pemegang saham dengan kepemilikan terbesar dan memiliki kemampuan untuk menentukan pengelolaan dan/atau kebijakan perusahaan sasaran sehingga terjadinya pengambilalihan perusahaan terbuka secara langsung,” tulis manajemen.
Manajemen menjelaskan, pelaksanaan penawaran tender wajib ini bertujuan memberikan kesempatan kepada pemegang saham publik untuk menjual sahamnya kepada pengendali baru pada harga penawaran yang telah ditetapkan.
Adapun pengambilalihan ASLI dilakukan sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha pengendali baru yang bergerak di bidang konstruksi. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan berharap dapat menciptakan sinergi bisnis antara ASLI dan pengendali baru.
Sinergi tersebut diharapkan tercipta melalui pemanfaatan pengalaman, kompetensi, serta portofolio usaha masing-masing di industri konstruksi. Dalam jangka menengah hingga panjang, pengambilalihan ini juga diharapkan mampu memperkuat kegiatan usaha serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional ASLI, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.
Sebelumnya, PT Wahana Konstruksi mengakuisisi seluruh saham pengendali ASLI sebanyak 69,52%. Direktur Asri Karya Lestari Yudra Saputra menyampaikan pada 19 Januari 2026 telah terjadi transaksi saham melalui pasar negosiasi.
Dalam transaksi tersebut, saham ASLI milik Sudjatmiko dialihkan kepada PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebanyak 3,92 miliar lembar saham atau setara dengan 62,72% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Apabila dilakulasikan, Wahana Konstruksi Mandiri membeli saham pengendali ASLI sebesar Rp 43,12 miliar
Yudra Saputra, menyampaikan latar belakang ingin diakuisisi oleh Wahana Konstruksi Mandiri karena kegiatan usaha calon pengendali baru sejalan dengan lini bisnis ASLI di bidang konstruksi.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga sempat meminta penjelasan terkait informasi yang diperoleh dari situs PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebagai pihak yang melakukan akuisisi. Dalam laman tersebut, WKM disebut memiliki sejumlah proyek konstruksi bersama PT Jhonlin Baratama. Oleh karena itu, BEI meminta klarifikasi mengenai adanya hubungan afiliasi antara PT Jhonlin Baratama dan WKM.
Jika menilik akun media sosial resmi Instagram PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM), perusahaan tersebut tercatat mengerjakan sejumlah proyek konstruksi bersama PT Jhonlin Baratama. Selain itu, WKM juga terlibat dalam proyek pembangunan tangki Crude Palm Kernel Oil (CPKO) bersama PT Kodeco Agrojaya Mandiri.
