Konglomerat Grup Lippo Mochtar Riady Ungkap Alasan Hibah Tanah 30 Ha ke Negara

Nur Hana Putri Nabila
9 Maret 2026, 06:52
Grup Lippo
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Pendiri Lippo Group Mochtar Riady memberikan paparan dalam acara Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dengan tema "Indonesia Digital Conference (IDC) 2019",
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Konglomerat Grup Lippo Mochtar Riady merespons soal Grup Lippo mengibahkan tanahnya ke negara sekitar 30 hektare di Meikarta, Cikarang, Jawa Barat. Mochtar mengatakan pihaknya mengikuti kebijakan pemerintah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. 

“Kami mendukung ide-ide dari pemerintah,” kata Mochtar ketika ditemui Katadata.co.id di Cikarang, Jawa Barat, Minggu (8/3). 

Secara bisnis, ia pun menyebut tak melihat benefit atau timbal balik dari pemerintah. Ia mengaku Grup Lippo senang melihat pihaknya bida mendukung suatu program yang dicanangkan pemerintah RI.  Lebih jauh pengusaha sekaligus bankir itu juga optimistis dengan prospek industri properti kedepannya. 

Adapun tanah ini akan digunakan pemerintah untuk membangun 40 ribu unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), bagian dari program 3 juta rumah per tahun yang merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

Lalu Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia akan mengguyur sekitar Rp 14–Rp 16 triliun dalam proyek pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Meikarta, Cikarang.

CEO Rosan Roeslani mengatakan Danantara siap mendukung penuh pembiayaan proyek pembangunan hunian tersebut. Menurutnya, proyek ini memiliki potensi besar karena kebutuhan perumahan masih sangat tinggi dan permintaan hingga penawarannya masih kuat.

Selain itu Rosan menyebut Danantara juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan pelat merah di sektor konstruksi misalnya BUMN Karya untuk menggarap proyek itu.

Ia memperkirakan nilai investasi pembangunan cukup besar. Di atas lahan sekitar 12,8 hektare, rencananya akan dibangun 18 menara hunian dengan sekitar 32 lantai. Total nilai pembangunan proyek tersebut diperkirakan Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun.

“Tentunya bersama-sama dengan kontraktor swasta lainnya, kita akan berkolaborasi, jadi itu peran Danantara dalam proyek di Meikarta,” kata Rosan.

Rosan juga mengatakan pembangunan di lahan itu nantinya akan dilakukan secara bertahap hingga 140 ribu unit. Menurutnya, proyek tersebut menjadi langkah bersejarah karena pembangunan perumahan dalam skala besar dilakukan dalam satu proyek dan satu lokasi. 

Ia menilai proyek ini akan memberikan efek besar, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi. 

“Tidak hanya kami ataupun hanya terhadap 140 ribu keluarga yang akan menikmati, tapi juga kepada seluruh rakyat Indonesia,” kata Rosan di Cikarang, Minggu (8/3).

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan program pembangunan perumahan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Gagasan tersebut mulai disusun Prabowo setelah terpilih sebagai presiden, dengan target mendorong pertumbuhan ekonomi minimal 8%. Berdasarkan data pemerintah, menurut dia, terdapat sekitar 9 juta hingga 15 juta keluarga yang masih menunggu akses untuk dapat hunian layak. 

“Selain itu, ada 27 juta keluarga yang sekarang mereka tinggal di dalam gubuk-gubuk yang rumah-rumah yang sebetulnya bukan rumah, tapi itu adalah kenyataan,” ujar Hashim saat meninjau lahan yang dihibahkan Grup Lippo di Cikarang pada Minggu (8/3). 

Peninjauan lahan tersebut juga dihadiri  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia Maruarar Sirait.

Acara ini juga dihadiri jajaran pemerintah daerah, serta Pendiri dan Ketua Organisasi Kelompok Lippo Mochtar Riady, hingga Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Pelita Harapan James Riady. 

Maurar memperkirakan, nilai lahan di kawasan proyek berkisar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per meter. Dengan asumsi harga tersebut, menurut dia, nilai lahan yang dihibahkan Lippo diperkirakan dapat mencapai hingga Rp 6 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...