2 Mitra Lokal Menang Tender WtE Danantara, Salah Satunya Emiten BEI Siapa Dia?

Ira Guslina Sufa
9 Maret 2026, 08:26
Wangneng Environment Co., Ltd menang tender Waste to Energy Danantara di Bekasi wte
Website Wangneng Environment Co., Ltd
Wangneng Environment Co., Ltd menang tender Waste to Energy Danantara di Bekasi
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan mitra terpilih untuk proyek Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap pertama untuk dua kota. Pemenang nantinya akan menggarap proyek WtE di Bekasi dan Denpasar.

Perusahaan menetapkan Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator fasilitas WtE di Bekasi. Lalu Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. untuk operator proyek di Denpasar. Dalam pelaksanaannya kedua perusahaan menggandeng perusahaan dalam negeri sebagai partner lokal untuk pengembangan proyek. 

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengatakan penunjukan operator tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) dikelola dengan standar tinggi dalam aspek keandalan operasional, keselamatan, dan akuntabilitas.

Ia menyebut, Danantara akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk menghadirkan kemajuan yang terukur dalam pengurangan sampah sekaligus mendukung pembangkitan energi bersih.

“Mitra operator terpilih diharapkan mampu menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku, serta mendorong keterlibatan yang berkelanjutan dengan masyarakat,” ujar Pandu dalam pengumuman resmi yang dikutip Senin (9/3). 

Seiring dengan pengumuman resmi dari Danantara, kedua perusahaan pemenang tender juga telah mengeluarkan pernyataan. Mereka pun mengumumkan sejumlah langkah strategis yang akan diambil dalam menjalankan proyek. 

Wangneng Environment dalam pengumuman resmi perusahaan menyatakan perusahaan berencana untuk membangun fasilitas pembangkit listrik pembakaran limbah tungku kisi modern dengan kapasitas pengolahan harian sekitar 1.500 ton. Masa konstruksi proyek ini sekitar dua tahun, dan setelah beroperasi, akan memasuki masa operasi stabil jangka panjang selama 30 tahun.

“Wangneng Environment akan bekerja sama erat dengan Danantara dan mitra lokal untuk memanfaatkan sepenuhnya keunggulan profesional dari seluruh rantai industri dan merancang sistem pengolahan limbah terpadu yang efisien, andal, dan ramah lingkungan untuk Kota Bekasi,” tulis Wangneng seperti dikutip dari pengumuman resmi. 

Menurut manajemen memenangkan proyek Bekasi tidak hanya mencerminkan daya saing internasional perusahaan dalam teknologi pengolahan limbah padat dan kemampuan pelaksanaan proyek, tetapi juga semakin memperkuat pijakan strategis Wangneng di pasar Asia Tenggara. Adapun untuk proyek di Bekasi sebelumnya Wangneng mengumumkan telah membentuk konsorsium Wangneng Adyawinsa Energy yang merupakan kerjasama dengan PT Adyawins a Electrical and Power.

Adapun skema kepemilikan saham terdiri dari 98% dipegang Wangeng dan 2% dipegang AEP. Sesuai persyaratan Wangneng sebagai pihak Utama konsorsium mengajukan total jaminan penawaran Rp 120 miliar. Adapun AEP turut terlibat sesuai porsi saham yang dimiliki dalam konsorsium.

Sementara itu Zhejiang Weiming dalam pengumuman resmi menyatakan perusahaan telah membentuk konsorsium dengan mitra lokal bernama Konsorsium Weiming Nusantara Energy Alliance dengan proyek Pengembangan dan Pengelolaan Pengolahan Limbah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Listrik (BUPP PSEL) di Denpasar Raya. Proyek ini melibatkan pembangunan fasilitas pembakaran limbah dan pembangkit listrik dengan tungku kisi-kisi dengan kapasitas pengolahan yang direncanakan sekitar 1.500 ton per hari. 

Kerangka kerja sama mencakup periode konstruksi sekitar dua tahun, diikuti oleh fase operasional selama 30 tahun sejak tanggal proyek dimulainya operasi komersial. Perusahaan menyatakan proyek ini tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perusahaan pada 2026, tetapi diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan bisnis dan pendapatan perusahaan di masa depan.

“Kemenangan tender proyek Bali ini menandai terobosan penting perusahaan di pasar Indonesia,” tulis manajemen dalam pengumuman resmi. 

Seiring dengan penetapan Zeijiang Weiming yang akan mengurus proyek Waste to Energy di Denpasar, salah satu perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia disebut menjadi mitra lokal. Berdasarkan informasi yang dihimpun katadata, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) disebut berpotensi menjadi mitra lokal.

Daaz memang selama ini belum memiliki basis dalam pengelolaan proyek pengelolaan sampah di dalam negeri. Namun perusahaan yang mayoritas bisnisnya bergerak di bidang tambang itu disebut memiliki pengalaman mumpuni dalam mengurus perizinan dan bermitra dengan entitas global. “Untuk di Bali ya DAAZ itu,” ujarnya.

Soal potensi DAAZ  menang tender Danantara ini sebelumnya juga sudah diungkap pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Mentor Baik, Thomas William atau Thowilz. Ia menyebut yang akan menang tender proyek itu justru kemungkinan nama yang belum didengar di kalangan emiten pembangkit sampah yaitu Daaz Bara. 

Seiring dengan rumor itu, Thomas William juga menyebut akhir-akhir ini volume perdagangan DAAZ di pasar modal juga tinggi. Ia menilai sektor waste to energy (WTE) masih menjadi sentimen yang cukup menarik di pasar. 

“Justru yang saya lagi dengar beredar di market rumor, belum keluar ya, nanti kita coba lihat aja bener atau gak tapi sounding-sounding di market udah mulai ke arah sana (DAAZ),” katanya dalam kanal Youtube Ajaib Investasi, dikutip Kamis (26/2). 

Katadata sudah berkorespondensi dengan manajemen Daaz Bara untuk mendapatkan konfirmasi soal keterlibatan dalam proyek. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan yang dilayangkan perusahaan. 

Syarat Pemilihan Mitra Lokal

Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman
Direktur Investasi Danantara Fadli Rahman (ira gusllina)

Sebelumnya Direktur Investasi Danantara Investment Management Danantara Fadli Rahman mengatakan pelibatan mitra lokal menjadi salah satu syarat penilaian bagi peserta. Mitra lokal menurut dia nantinya akan bertugas untuk membantu pemenang tender dalam menjalin kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah daerah. 

Menurut Fadli  pada tahap pertama hanya ada 9 perusahaan yang ikut dalam tender dan semuanya merupakan perusahaan asal Cina. Ada perusahaan yang mengajukan proposal untuk proyek di 4 kota namun ada pula perusahaan yang hanya mengajukan proposal untuk satu kota. 

Adapun Danantara menetapkan beberapa kriteria yang menjadi syarat agar perusahaan itu memenangi lelang adalah antara lain latar belakang perusahaan, kemampuan teknis. Aspek-aspek dalam proposal seperti peralatan (equipment), operasional, kualitas desain, kualitas pembangunan, penilaian dampak lingkungan, dampak sosial, dampak ekonomi, kemampuan finansial, hingga mitra lokal menjadi perhatian utama. 

Lebih jauh Fadli mengatakan 9 perusahaan yang ikut mengajukan tender tidak semuanya yang mengajak mitra lokal. Terdapat satu peserta yang tidak menggandeng mitra lokal sehingga menjadi nilai pemberat dalam proses tender. Di sisi lain ia menyebut ada empat perusahaan terbuka (Tbk) yang ikut dalam tender tahap pertama. 

Fadli menjelaskan aspek yang diperlukan dari mitra lokal berkaitan dengan perizinan dan kemampuan dalam melakukan sosialisasi. Mitra lokal juga dibutuhkan dalam memahami budaya masyarakat setempat. 

Meski begitu dia menyatakan perusahaan lokal tidak perlu memiliki pengalaman di bidang pengelolaan sampah. Ia mencontohkan perusahaan yang bergerak di bidang batu bara bisa saja ikut menjadi mitra karena juga mengalami pengalaman dalam instalasi termal. 

“Tidak harus perusahaan yang bergerak di WTE karena sama saja,” ujar Fadli lagi. 

Fadli tidak mau berkomentar soal nama beberapa emiten yang disebut-sebut terlibat proyek WtE. Ia pun tak merinci perusahaan lokal mana saja yang berpotensi menjadi mitra dalam proyek WtE. Ia juga tak berkomentar saat ditanya peluang DAAZ masuk sebagai pemenang tender. Menurut Fadli pengumuman nama-nama akan disampaikan secara terbuka pada waktunya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...