IHSG Parkir di Zona Hijau, Bangkit ke Level 7.389 usai Sepekan Bergolak
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup naik 0,71% ke 7.389 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (10/3). Namun IHSG masih melemah 6,93% dalam seminggu terakhir. Sebanyak 443 saham menguat, 227 saham terkoreksi, dan 145 saham tidak bergerak.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 10,62 triliun dengan volume 22,30 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,25 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG sesi pertama hari ini sebesar Rp 13.256 triliun.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai rebound pasar hari ini didorong sentimen global setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal konflik Amerika Serikat dengan Iran berpotensi segera mereda. Selain itu, ada rencana menjaga harga minyak tetap terkendali, termasuk opsi pelonggaran sanksi minyak terhadap Rusia dan pelepasan cadangan minyak darurat AS.
“Dan para menteri G7 juga mengatakan siap untuk melepaskan minyak dari cadangan strategis jika diperlukan,” tulis Pilarmas dalam analisisnya, Selasa (10/3).
Lalu harga minyak dunia langsung turun kembali ke bawah US$ 100 per barel. Penurunan ini seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Dari Cina, surplus perdagangan mencapai US$ 213,62 miliar pada dua bulan pertama 2026, melampaui ekspektasi pasar sebesar US$ 196,6 miliar. Ekspor melonjak 21,8% secara tahunan menjadi US$ 656,58 miliar, jauh di atas perkiraan dan menjadi pertumbuhan tercepat sejak Oktober 2021, didorong kuatnya permintaan global. Sementara itu, impor naik 19,8% menjadi US$ 442,96 miliar, menandakan permintaan domestik yang tetap solid.
Dari dalam negeri, data Bank Indonesia menunjukkan optimisme konsumen masih terjaga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2026 berada di level 125,2. Selain itu, Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2026 juga tumbuh 5,7% secara tahunan.
“Pencapaian ini memberikan gambaran akan permintaan konsumen yang lebih kuat di awal tahun ini,” tulis Pilarmas.
Di samping itu, dari sebelas sektor yang ada di BEI, sepuluh sektor terpantau di naik. Sektor yang mencatat kenaikan terbesar yakni bahan baku atau komoditas yang melonjak hingga 3,08%. Adapun saham yang berada di zona hijau yakni PT Timah Tbk (TINS) melonjak 9,36% ke Rp 3.740.
Di sisi lain, bursa saham Asia juga bertengger di zona hijau. Indeks Straits Times naik 1,58%, Hang Seng naik 1,76%, Shanghai Composite tumbuh 0,39%, dan Nikkei terangkat 2,47%.
Saham top gainers:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4,55% ke Rp 230
- PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 3,52% ke Rp 3.820
- PT Astra International Tbk (ASII) naik 3,85% ke Rp 6.075
Saham top losers:
- PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) turun 14,74% ke Rp 486
- PT Indospring Tbk (INDS) turun 14,62% ke Rp 730
- PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) turun 10% ke Rp 108
