IHSG Diprediksi Konsolidasi, Analis Rekomendasikan Saham AMRT, ASII hingga INKP

Karunia Putri
11 Maret 2026, 06:13
ihsg, inkp, asii, amrt,
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung memotret layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini, Rabu (11/3). Analis merekomendasikan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Astra International Tbk (ASII) hingga PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan IHSG masih bergerak konsolidasi sebelum melanjutkan kenaikan untuk menguji area 7.105–7.140 selama pergerakan indeks masih berada di bawah level 7.585. Ia menilai rangkaian koreksi pasar saat ini sudah mendekati akhir dan pembalikan tren berpotensi terjadi jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.140 pada penutupan harian.

Menurut dia, level support IHSG berada di 7.106, 6.900 dan 6.744, sementara level resistance di level 7.585, 7.765, 8.098 dan 8.363. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip Rabu (11/3).

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.

Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Analis Phintraco Sekuritas juga menilai, secara teknikal, indikator Stochastic RSI masih berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah (reversal). Selain itu, histogram negatif pada indikator MACD masih berlanjut dan IHSG masih ditutup di bawah level rata-rata pergerakan lima hari (MA5).

“Jika IHSG dapat bertahan di atas level 7.500, maka terbuka peluang rebound lanjutan menguji level 7.600,” tulis Phintraco dalam risetnya.

Data penjualan ritel domestik tercatat tumbuh 5,7% secara tahunan atau year on year (yoy) pada Januari, meningkat dibandingkan Desember 2025 yang tumbuh 3,5% dan melampaui perkiraan pasar 4%. Penjualan ritel pada Februari juga diperkirakan meningkat seiring momentum Tahun Baru Imlek, awal Ramadan, serta menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dari Amerika Serikat, investor akan mencermati rilis data inflasi Februari 2026 pada 11 Maret. Inflasi diperkirakan stabil di level 2,4% yoy, sedangkan inflasi inti (core CPI) diproyeksikan berada di kisaran 2,5% yoy.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan sebelumnya telah menerbitkan regulasi mengenai pembentukan rekening khusus dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Aturan tersebut tertuang dalam POJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum yang mengatur antara lain mengenai informasi rekening penampungan dana IPO dan pelaporan saldo terakhir.

Phintraco memberikan rekomendasi saham yang dapat dicermati hari ini, antara lain PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Astra International Tbk (ASII), Indika Energy Tbk (INDY), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Timah Tbk (TINS).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...