Laba Bank Jago (ARTO) Melonjak 115% jadi Rp 276 Miliar di 2025, Apa Penopangnya?

Karunia Putri
12 Maret 2026, 12:52
Bank Jago meluncurkan aplikasi keuangan bank digital
Katadata
Bank Jago meluncurkan aplikasi keuangan bank digital
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten bank berbasis teknologi PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp 276 miliar sepanjang 2025. Nilai tersebut meningkat 115% dibandingkan dengan laba perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 129 miliar. Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit yang melonjak 38% secara tahunan menjadi Rp 24,3 triliun dari Rp 17,7 triliun.

“Pertumbuhan ini tetap terjaga dengan pengelolaan risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,6%, lebih baik dibanding rata-rata NPL perbankan nasional,” kata Direktur Utama ARTO Arief Harris dikutip dari keterangan resminya, Kamis (12/3). 

Seiring ekspansi kredit, total aset Bank Jago mencapai Rp 36,5 triliun per Desember 2025. Angka ini meningkat 28% dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp 28,5 triliun.

Dari sisi likuiditas, rasio kredit terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 94%. Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada pada level 31,6%.

Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta, meningkat hampir 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 15,3 juta nasabah. Jumlah tersebut termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah.

“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” ujar Arief.

Seiring meningkatnya jumlah nasabah funding, penghimpunan DPK ikut meningkat. Hingga akhir Desember 2025 total DPK ARTO mencapai Rp 25,9 triliun, meningkat 38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 18,8 triliun. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...