Prabowo Mau Danantara Setor Rp800 T Tiap Tahun, Cek Fakta Realisasi Dividen BUMN

Ira Guslina Sufa
13 Maret 2026, 16:13
Ilustrasi, menghitung dividen.
Freepik
Ilustrasi, menghitung dividen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan target ambisius kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Dalam peringatan HUT ke-1 Danantara pada Rabu (11/3) Prabowo menargetkan Danantara bisa menyetor dana hingga US$50 miliar atau setara Rp 800 triliun ke kas negara. 

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF), Danantara harus bisa mencatatkan tingkat pengembalian aset atau return on assets (RoA) hingga 5%. Angka ini telah turun dari target 7% yang sebelumnya disampaikan Prabowo. 

Menurut perhitungan Prabowo total aset seluruh BUMN yang berada di bawah Danantara berada di kisaran US$1.000 miliar. Ia mengatakan berdasarkan laporan yang diterima pada 2025 nilai ROA BUMN di bawah Danantara telah naik lebih dari 300%. 

“Kalau hanya 5% return on assets, berarti Danantara harus mengembalikan ke negara US$50 miliar atau Rp800 triliun. Jadi pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," kata Prabowo seperti dikutip Jumat (13/3). 

Prabowo mengatakan, bila merujuk pada standar perusahaan dunia rata-rata bisa menghasilkan ROA 10% dan bahkan lebih. Meski begitu ia mengatakan angka itu cukup tinggi sehingga ia hanya menargetkan 5%. Salah satu cara untuk mendapatkan ROA 5% adalah dengan menggenjot penerimaan melalui dividen BUMN. 

Selain dari dividen BUMN, peningkatan ROA juga bisa dilakukan melalui pengembangan investasi seperti lewat surat berharga negara (SBN) dan pengembangan investasi di pasar modal. Selain Danantara juga bisa berinvestasi di sejumlah proyek strategis. 

Bila merujuk besaran dividen yang diterima negara pada 2025 lalu dari BUMN, angka Rp 800 trilliun masih jauh dari pencapaian. Berapa total dividen BUMN yang diterima negara pada 2025 lalu? 

Besaran Setoran Dividen BUMN pada 2025 Tak Sampai Rp 200 Triliun

Sebelumnya Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan dari seluruh BUMN, Danantara mengantongi dividen sekitar Rp 150 triliun yang diterima pada 2025.  Jumlah dividen dari tahun buku 2024 itu naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Pada 2024, Kementerian BUMN mengantongi Rp 85,5 triliun dari seluruh BUMN. 

“Tentu saja dividen itu setoran dari seluruh BUMN dan kemudian kami akan jadikan investasi,” kata Dony dalam acara IKA Fikom Unpad Executive Breakfast Meeting pertengahan Juni tahun lalu. 

Salah satu yang menjadi penyumbang kenaikan dividen yang dikantongi Danantara adalah tingginya laba BUMN. Danantara mencatat total laba BUMN untuk tahun buku 2024 mencapai sekitar Rp 307 triliun.

Ia menyebut, sebagian dari laba tersebut dialokasikan untuk program penataan BUMN, sementara sisanya dibagikan dalam bentuk dividen. Selain itu, Dony mengatakan, Danantara kini mengelola dua superholding yaitu Danantara Asset Management untuk BUMN dan Danantara Investment Management untuk investasi.

Menurut Dony dua superholding itu dirancang secara terpisah untuk memisahkan risiko. Konsolidasi ini memungkinkan dividen BUMN, melebihi target APBN 2025 yaitu hanya Rp 98 triliun bisa dikelola untuk perkuatan BUMN dan investasi, tanpa perlu Penyertaan Modal Negara (PMN) yang berbelit.

Berdasarkan catatan Katadata.co.id Danantara setidaknya mengantongi Rp 71,38 triliun dari total 8 BUMN. dari dua bank pelat merah misalnya yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Danantara mengantongi Rp 50 triliun. 

Di luar sektor perbankan, dividen terbesar diperoleh Danantara dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan besaran dividen total yang diterima Rp 10,96 triliun. Angka ini diperoleh dari total kepemilikan saham 51,6 miliar lembar atau setara 52%. 

Rincian perolehan dividen BUMN yang disetor Danantara ke negara bisa dilihat sebagai berikut:  

Perolehan Dividen Danantara dari 8 BUMN 
PerusahaanDividen Per SahamTotal Dividen Diterima Kepemilikan Saham
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)Rp 343,4Rp 27,68 triliun80.610.976.875 setara 53,19%
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 466Rp 22,62 triliun48.533.333.333 setara 52%
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)Rp 374,05Rp 8,37 triliun22.378.387.749 setara 60%
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Rp 53,37Rp 451,09 miliar8.420.666.647 setara 60%
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Rp 156,23Rp 773,4 miliar5.080.509.839 setara 70%
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)Rp 96,21 Rp 332,6 miliar 3.457.023.004  setara 51,02%
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 212,46Rp 10,96 triliun51.602.353.559 setara 52,09% 
PT Vale Indonesia (INCO)  Rp 54 Rp 193,5 miliar 3.583.533.690 setara 34%

Diolah dari hasil RUPST 8 BUMN

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri, Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...