IHSG Potensi Turun ke 6.900, Analis Rekomendasikan Saham JPFA, PTBA, hingga ADMR

Nur Hana Putri Nabila
16 Maret 2026, 06:37
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan me
Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). IHSG ditutup melemah 4,88% atau 406,88 poin ke level 7.922 dengan volume transaksi perdagangan mencapai 50,39 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,94 juta kali.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih rawan turun pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (16/3) di tengah gejolak perang Amerika Serikat (AS)–Iran. Apalagi jika mempertimbangkan Wall Street yang ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/3) hingga memperpanjang pelemahan secara mingguan.

Phintraco Sekuritas menilai lonjakan harga minyak mentah yang berlanjut menjadi sentimen negatif di pasar. Apalagi konflik AS dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda dalam waktu dekat. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi stagflasi.

Harga minyak Brent Crude bahkan ditutup di atas US$ 100 per barel selama dua hari berturut-turut. Sementara West Texas Intermediate menguat di atas US$ 98 per barel pada perdagangan 13 Maret.

“Sedangkan harga emas melemah akibat penguatan dolar AS, kekhawatiran akan inflasi, serta memudarnya harapan penurunan suku bunga,” tulis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya, Senin (16/3). 

Di samping itu, perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar energi diperkirakan masih akan memengaruhi pergerakan indeks bursa global sekaligus memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral. Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%–3,75% dalam pertemuan pada 18 Maret. 

Investor global juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dari bank sentral AS tersebut. Selain itu, pelaku pasar akan mencari petunjuk bagaimana The Fed memandang risiko inflasi di tengah konflik dan implikasinya terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Dari dalam negeri, investor juga menunggu langkah pemerintah dalam merespons kenaikan harga minyak mentah. Preside Prabowo Subianto menyatakan pemerintah lebih cenderung menempuh penghematan dan efisiensi anggaran daripada memperlebar defisit APBN. Prabowo menilai pemerintah masih menghadapi persoalan kebocoran dan inefisiensi anggaran sehingga masih terdapat ruang untuk melakukan efisiensi.

Sementara itu, Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 17 Maret.

“Menjelang libur panjang, investor akan cenderung bersikap wait and see, secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.000,” tulis Phintraco Sekuritas. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Rekomendasi Saham Buy on Weakness

Di samping itu Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai indeks masih berpeluang turun ke rentang 6.991–7.140.

“Adapun area penguatan terdekat berada di 7.241–7.308,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (16/3). 

MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.071 dan 6.971. Sementara resistance terdekat berada di 7.527 dan 7.678.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) akumulasi beli di rentang Rp 1.910–Rp 1.935 dengan target harga di Rp 2.130–Rp 2.120, sementara level stoploss di bawah Rp 1.860.

Kemudian PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.575–Rp 1.665 dengan target harga di Rp 1.805–Rp 1.855, serta stoploss di bawah Rp 1.535.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...