Di Balik Lonjakan Laba Emiten Grup Bakrie DEWA 7.697% sepanjang 2025

Nur Hana Putri Nabila
27 Maret 2026, 15:50
Emiten
Darma Henwa
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan laba bersih hampir 77 kali lipat pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten Grup Bakrie PT Darma Henwa Tbk (DEWA) meraup laba bersih Rp 4,30 triliun atau terbang 7.697% secara tahunan (YoY) sepanjang 2025. Padahal, pada 2024 laba emiten pertambangan itu tercatat hanya Rp 55,23 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangannya, DEWA membukukan pendapatan sebesar Rp 6,39 triliun sepanjang 2025. Torehan itu naik 5,98% YoY dari periode yang sama sebelumnya Rp 6,03 triliun. 

Menurut Analis Investasi Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto, laba bersih DEWA sepanjang 2025 jauh melampaui ekspektasi atau setara 1.324% dari estimasi konsensus 2025F.

Kenaikan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh pengakuan negative goodwill sebesar Rp 4,5 triliun dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources (GMR). Lonjakan ini juga menutupi sejumlah kerugian yang timbul dari penghapusan piutang dan persediaan, hilangnya pengendalian atas entitas anak, serta penjualan dan penghapusan aset tetap dengan total sekitar Rp 724 miliar.

Meski kontribusi dari konsolidasi GMR bersifat satu kali (one-off), Stockbit menilai prospek kinerja DEWA tetap positif ke depan.

Core profit meningkat signifikan menjadi Rp 573 miliar selama 2025 (vs 2024: Rp 65 miliar) didukung ekspansi margin laba kotor,” kata Everson dalam analisisnya, Jumat (27/3). 

Di Balik Lonjakan Laba DEWA

Stockbit Sekuritas mengungkapkan, sebelumnya Darma Henwa telah merampungkan akuisisi 99,75% saham PT Gayo Mineral Resources (GMR) pada November 2025. Transaksi ini melalui realisasi uang muka investasi yang sebelumnya sudah dicatat dalam laporan keuangan 2024 sehingga tidak menimbulkan tambahan arus kas pada 2025.

Dari aksi korporasi tersebut, Everson mengatakan perseroan membukukan negative goodwill sebesar Rp 4,5 triliun. Nilai ini berasal dari selisih antara nilai wajar aset GMR sekitar Rp 6,7 triliun dan biaya perolehan sebesar Rp 844 miliar dan memperhitungkan kepentingan non-pengendali dan liabilitas pajak tangguhan.

Everson mengatakan, GMR adalah operator tambang emas dan tembaga yang masih berada pada tahap eksplorasi dan evaluasi di Aceh. Tak hanya itu, nilai aset eksplorasi dan evaluasi itu mencapai sekitar Rp 7 triliun.

Pencatatan negative goodwill ini seiring dengan pembukuan kerugian lain, termasuk impairment atas piutang dan persediaan, dan kerugian dari penjualan dan penghapusan aset tetap.

“Selain itu, DEWA kehilangan kendali atas entitas usahanya, PT Dire Pratama, yang bergerak di bidang usaha pelabuhan pada November 2025, sehingga menimbulkan kerugian Rp 82 miliar,” ujar Everson.

Stockbit Sekuritas mencatat Darma Henwa membukukan core profit sebesar Rp 350 miliar pada kuartal keempat 2025, melonjak dari Rp 52 miliar pada 3Q25. Secara tahunan, core profit 2025 mencapai Rp 573 miliar, naik signifikan dibandingkan Rp 65 miliar pada 2024.

Kenaikan ini ditopang oleh ekspansi margin laba kotor, yang naik menjadi 16,6% pada kuartal keempat 2025. Kenaikan margin sejalan dengan pertumbuhan pendapatan—masing-masing naik 13% qoq dan 16% yoy pada kuartal keempat 2025, dan 6% YoY sepanjang 2025. 

Dari sisi operasional, Stockbit Sekuritas juga mencatat volume material moved juga meningkat, yakni 13% QoQ dan 5% YoY pada kuartal keempat 2025. Selain itu, efisiensi tercermin dari penurunan beban subkontraktor sebesar 37% YoY, seiring strategi peningkatan porsi pengerjaan secara in-house.

Adapun Stockbit Sekuritas memproyeksikan core profit DEWA akan meningkat menjadi Rp 910 miliar pada 2026 atau tumbuh 59% YoY. Proyeksi ini didukung oleh rencana peningkatan porsi pengerjaan in-house hingga 100%, jika dibandingkan 67% pada September 2025 dan asumsi tambahan volume kontrak sekitar 50 juta bcm dari proyek non-Bengalon milik PT Kaltim Prima Coal. 

Sebelumnya, DEWA juga mengumumkan percepatan pengambilalihan pekerjaan secara in-house di proyek Bengalon milik KPC yang dijadwalkan mulai April 2026.

“DEWA juga membukukan manfaat pajak penghasilan bersih sebesar Rp 93 miliar pada 2025 akibat adanya pajak tangguhan Rp 120 miliar,” kata Everson.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...