INET Umumkan Ubah Kerja Sama dengan Emiten Hashim (WIFI), Bagaimana Dampaknya?

Nur Hana Putri Nabila
31 Maret 2026, 15:51
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan kerja sama penyediaan infrastruktur fiber optik (FO) dan layanan IP transit dengan emiten Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) batal. Merujuk laporan keuangan yang diterbitkan, INET menyampaikan perusahaan bersama anak usaha WIFI, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) telah menyepakati pembatalan perjanjian penyediaan infrastruktur fiber optik (FO).

Kesepakatan sebelumnya dibuat terkait dengan Perjanjian Kerja Sama penggunaan infrastruktur kabel FO bernomor PKS/079/FO/IJE/-SIAP/XII/2025. Namun pembatalan telah disepakati pada 2 Januari 2026 dan kemudian dituangkan secara resmi dalam Berita Acara Pembatalan bernomor BAK/002/SIAP-IJE/I/2026 yang ditandatangani pada 6 Januari 2026.

“Sehubungan dengan pembatalan tersebut perusahaan telah menerima seluruhnya uang jaminan sebesar Rp 61 miliar pada 6 Januari 2026,” tulis manajemen INET seperti dikutip dari laporan resmi perusahaan, Selasa (31/3). 

PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) adalah anak perusahaan WIFI yang berfokus pada pengembangan dan pengelolaan solusi Information, Communication, and Technology (ICT) untuk mendukung transformasi digital dan peningkatan konektivitas di Indonesia.

INET dalam laporan keuangan juga mengungkapkan adanya pembatalan perjanjian layanan IP Transit melalui anak usaha PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama berdasarkan Perjanjian Layanan IP Transit No. 42/PKS/LGL/PFI-IJE/III/2025.

Adapun kesepakatan pembatalan ini dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan No. 010/BAK.F/LEGAL/IJE-PFI/II/2026 tertanggal 16 Februari 2026. Sebagai tindak lanjut, pada 23 Februari 2026, PFI telah mengembalikan seluruh uang muka yang sebelumnya diterima dari IJE senilai Rp 48,51 miliar.

Di sisi lain, meski kerja sama dengan IJE batal, kerja sama INET dengan WIFI tak sepenuhnya berakhir. INET dalam laporan yang sama juga mengumumkan melakukan penyesuaian kerja sama dengan entitas lain yang juga terafiliasi dengan WIFI. 

Pada 6 Februari 2026, PFI bersama PT Jaringan Infra Andalan (JIA) menandatangani addendum atas Perjanjian Layanan IP Transit No. 111A/PKS/LGL/PFI-JIA/VII/2025/P1. Dalam aksi tersebut, nilai uang jaminan sebesar Rp 269,23 miliar. Adapun JIA masih merupakan anak usaha dari emiten afiliasi Hashim. 

“Dan wajib dikembalikan jika infrastruktur atas layanan IP transit tersebut belum siap digunakan sampai tanggal 31 Juli 2026,” tulis manajemen. 

Laba Bersih INET terbang 1.742% di Tahun 2025

Sepanjang 2025 INET mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp 91,82 miliar, melonjak 201% yoy dibandingkan Rp 30,44 miliar pada tahun 2024. Torehan ini didorong oleh ekspansi kapasitas layanan IP Transit kepada pelanggan institusional baru. Sekaligus mulai beroperasinya lini jasa konstruksi infrastruktur jaringan yang menambah diversifikasi sumber pendapatan Grup. 

Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp 24,49 miliar atau terbang 1.742% yoy dibandingkan Rp 1,33 miliar pada 2024. Laba per saham dasar turut melonjak dari Rp 0,18 menjadi Rp 3,10.

Direktur Utama Sinergi Inti Andalan Prima, Muhammad Arif, mengatakan tahun 2025 adalah tahun pembuktian dari yang perusahaan bangun dalam beberapa tahun terakhir, misalnya infrastruktur, ekosistem anak usaha, dan jaringan kemitraan strategis.

“Kami berkomitmen untuk terus membangun fondasi yang kokoh demi pertumbuhan yang berkelanjutan dan penciptaan nilai bagi seluruh pemegang saham,” kata Arif dalam keterangannya, Selasa (31/3)

Dari sisi neraca, total aset konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp 760,37 miliar, tumbuh 231% dari Rp 229,85 miliar pada akhir tahun 2024. Kas dan setara kas Perseroan melonjak menjadi Rp 404,44 miliar dari Rp 61,91 miliar. 

Total ekuitas INET hampir berlipat dua menjadi Rp 429,21 miliar dari Rp 215,87 miliar, sementara rasio Net Debt to Equity tercatat sehat di 17,07%, turun dari 22,20% pada tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, INET aktif memperkuat fondasi infrastruktur jangka panjangnya. Perseroan melakukan pembayaran uang muka Indefeasible Right-of-Use atau IRU kabel serat optik bawah laut sebesar Rp 48,51 miliar untuk rute strategis Batam–Singapura.

Lalu belanja modal aset tetap Rp 44,75 miliar melonjak dari Rp 10,13 miliar pada tahun 2024. Seiring dengan itu INET menyelesaikan pendirian PT Internet Anak Bangsa (IAB) pada Mei 2025 sebagai entitas konstruksi infrastruktur telekomunikasi, serta mengakuisisi 99,96% saham PT Garuda Prima Internetindo (GPI) pada September 2025 untuk memperluas cakupan layanan ISP Grup.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...