Manuver Emiten Prajogo CDIA Pegang Jalur Asia–Eropa lewat Kapal Boreas 9.000 DWT
Emiten infrastruktur milik pengusaha nasional Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), melalui anak usahanya PT Chandra Shipping International (CSI) meresmikan kapal logistik kimia bernama Boreas. Kapal itu mempunyai kapasitas 9.000 DWT.
Kapal tersebut dirancang untuk mengangkut produk kimia cair dan akan melayani rute domestik maupun internasional, termasuk jalur perdagangan dari Asia hingga Eropa. Adapun Boreas ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026 mendatang.
Dalam proses pembangunannya, CSI bekerja sama dengan Fukuoka Shipbuilding Co Ltd, galangan kapal asal Jepang. Manajemen CDIA mengatakan, peluncuran Boreas menjadi bagian dari strategi CDI Group untuk memperkuat sistem logistik maritim sekaligus meningkatkan keandalan distribusi industri.
Seiring pertumbuhan sektor energi dan kimia di kawasan, kebutuhan layanan logistik yang efisien, aman, dan terintegrasi semakin meningkat demi menjaga kelancaran rantai pasok. Dengan penambahan armada ini, CDI Group berharap dapat meningkatkan kapasitas sekaligus fleksibilitas layanan logistik maritim perusahaan.
“Selain mendukung kebutuhan distribusi dalam ekosistem Chandra Asri Group, kapal Boreas juga akan melayani pelanggan eksternal dari berbagai sektor industri,” ucap manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Selasa (7/4).
Tak hanya itu, manajemen CDIA menyampaikan kapal Boreas akan beroperasi di rute perdagangan dari Asia hingga Eropa. Kapal ini diharapkan dapat mendukung distribusi komoditas kimia strategis sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan antarwilayah.
Tak hanya itu, kapal Boreas merupakan bentuk komitmen CDIA untuk membangun infrastruktur logistik maritim yang terintegrasi dan berstandar internasional. Dengan tambahan armada, perusahaan semakin memperkuat dalam menyediakan layanan distribusi yang andal.
Hal itu baik untuk mendukung operasional Chandra Asri Group maupun memenuhi kebutuhan mitra industri lainnya. Manajemen mengatakan, investasi ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang CDI Group untuk meningkatkan daya saing industri nasional melalui sistem rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan.
“Ke depan, CDI Group akan terus memperkuat portofolio infrastrukturnya melalui pengembangan armada dan integrasi layanan logistik yang lebih luas,” ungkap manajemen CDIA.
Terkait kinerja keuangan, CDIA mencatatkan laba bersih US$ 121,05 juta atau sekira Rp 2,04 triliun sepanjang 2025. Torehan itu melonjak 285% YoY atau hampir tiga kali lipat dari 2024 yang membukukan keuntungan bersih US$ 31,42 juta. Hingga 31 Desember 2025, CDIA mencatat total likuiditas sebesar US$ 803,3 juta.
Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan CDIA juga mencapai US$ 148,03 juta naik sekitar 44% secara tahunan. Direktur CDIA, Jonathan Kandinata menyampaikan, pada 2025, perusahaan membukukan EBITDA US$ 118,8 juta atau tumbuh 288% YoY.
CDIA juga membagikan dividen interim sebesar US$ 10 juta untuk tahun buku 2025. Sepanjang 2025, CDI Group juga memperkuat permodalan dan memperluas akses pendanaan dari berbagai sumber. Perusahaan mendapatkan dukungan dari pemegang saham, pasar modal, hingga fasilitas perbankan domestik dan internasional.
Sumber dana tersebut berasal dari tambahan modal Chandra Asri Group dan EGCO Group, hasil IPO pada Juli 2025, fasilitas dari Bank Danamon dan BTN, serta pinjaman terbaru senilai US$ 100 juta dari Bangkok Bank.
