Danantara Coret WIKA dari Proyek Whoosh, Dony Oskaria Ungkap Alasannya
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan PT Wijaya Karya (WIKA) tidak akan lagi dilibatkan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh. Direktur Operasional Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan langkah ini merupakan bagian dari proses penataan ulang portofolio BUMN agar sesuai dengan lini bisnis perusahaan dalam menjalankan proyek-proyek tertentu.
"Jadi mereka (WIKA) tidak akan lagi terlibat di dalam kereta api karena tidak in-line dengan bisnisnya mereka," kata Dony di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (7/4).
Dalam struktur konsorsium domestik proyek Whoosh, WIKA saat ini menggenggam 33,36% saham perusahaan. Pemilik saham konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) lainnya yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI) 58,53%, PT Perkebunan Nusantara I 1,30%, dan PT Jasa Marga sebesar 7,08%.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai operator Whoosh merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia yang tergabung dalam PSBI dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Konsorsium mitra dari Cina terdiri dari Beijing Yawan HSR Co. Ltd memiliki komposisi kepemilikan yang terdiri dari China Railway Engineering Corporation (CREC) sebesar 42,88%, Sinohydro 30%, CRRC 12%, China Railway Signal & Communication (CRSC) 10,12%, serta China Railway International Group (CRIC) sebesar 5%.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, sebelumnya mengakui bahwa kinerja keuangan perseroan terus mengalami kerugian setiap tahunnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh proyek Whoosh yang masih mencatat kerugian di tingkat operator KCIC.
Ia mengatakan situasi itu membuat perusahaan masih menanggung beban setiap tahun, dengan potensi kerugian pada 2025 diperkirakan Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun. “Sehingga memang cukup berat WIKA ini untuk mempunyai laporan kinerja keuangan yang cukup baik,” kata Agung seusai site visit proyek Harbour Road II dan Media Gathering 2026 di Jakarta, Senin (6/4).
Adapun pemerintah telah menyelesaikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh. Dony Oskaria menyampaikan dirinya akan mengumumkan hal tersebut secara resmi bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam dua pekan ke depan.
“Insyaallah dalam seminggu atau dua minggu lagi akan ketemu dengan wartawan untuk menyampaikan penyelesaian Whoosh yang sudah selesai. Bapak Presiden berharap pengelolaan BUMN ke depan akan semakin baik,” kata Dony di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (7/4).
