Manuver BIPI Gandeng OASA di Bisnis EBT, Bakal Garap Proyek WtE di Tangsel
Emiten bidang infrastruktur PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mulai serius mengembangkan portofolio bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy. Perseroan akan ikut menggarap proyek PSEL Cipeucang di Tangerang Selatan bersama OASA.
Aksi tersebut dilakukan perseroan setelah mengakuisisi 20% saham kelompok usaha PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) yakni PT Indoplas Energi Hijau (IEH). Direktur BIPI Michael Wong mengatakan langkah ini merupakan strategi perseroan untuk memperluas partisipasi dalam ekosistem energi bersih nasional.
“Kami melihat waste to energy bukan hanya sebagai peluang bisnis, tetapi sebagai bagian dari solusi nyata dalam mendukung transisi energi nasional,” ujar Michael dalam keterangan resmi, Kamis (9/4).
Michael mengatakan, ke depan, BIPI akan terus mengembangkan portofolio energi berkelanjutan. Aksi akuisisi saham IEH dilakukan perseroan untuk mempercepat diversifikasi ke sektor energi hijau sekaligus melengkapi portofolio energi yang telah dimiliki sebelumnya.
Tak hanya itu, dia juga menyatakan BIPI membuka peluang ekspansi ke proyek energi terbarukan lainnya, termasuk pengembangan infrastruktur energi berbasis gas dan energi bersih.
Presiden Komisaris Independen BIPI Achmad Widjaja menyatakan, untuk saat ini perseroan akan fokus pada proyek PSEL yang telah diakuisisinya sebagai tahap awal sebelum menggarap proyek incaran lainnya.
“Planning lanjutan akan di update, sementara itu yang mau kami fokus, phase awal ini,” kata Achmad kepada Katadata, Kamis (9/4).
Dalam aksi korporasi tersebut, BIPI menandatangani Akta Jual Beli Saham (AJB) dengan PT Indoplas Makmur Lestari, entitas anak OASA untuk mengakuisisi 20% saham IEH. Perseroan juga mengakuisisi 20% saham PT Maharaksa Energi Hijau (MEH) dari PT Maharaksa Kapital Indonesia, yang juga merupakan bagian dari grup OASA.
Melalui IEH dan MEH, BIPI akan mengembangkan proyek waste to energy yang diharapkan berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus penyediaan energi alternatif.
Proyek PSEL di Tangerang Selatan
Proyek PSEL Tangerang Selatan dikembangkan oleh Badan Usaha Pelaksana PT Indoplas Tianying Energy, yang merupakan kerja sama antara PT Indoplas Energi Hijau dengan kepemilikan 76% dan China Tianying Inc sebesar 24%.
Proyek ini berlokasi di atas lahan seluas 5,53 hektare dan memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 1.100 ton per hari, terdiri dari 1.000 ton sampah baru dan 100 ton sampah lama hasil penambangan.
Dari pengolahan tersebut, fasilitas ini ditargetkan menghasilkan listrik dengan kapasitas terpasang 25 MW, gross output sebesar 23,14 MW, dan kapasitas bersih (nett) mencapai 19,62 MW. Listrik yang dihasilkan akan dijual dengan tarif US$ 0,1335 per kWh untuk periode tahun pertama hingga tahun ke-30.
Selain itu, proyek ini juga memperoleh pendapatan dari tarif pengolahan sampah atau tipping fee sebesar Rp 529.000 per ton. Total kebutuhan investasi proyek PSEL Tangerang Selatan mencapai Rp 2,30 triliun atau setara dengan US$ 139,9 juta.
