Unilever Gandeng McCormik Merger Bisnis Makanan, Kini Fokus Urus Lini Kecantikan

Nur Hana Putri Nabila
9 April 2026, 15:56
Produk makanan jaringan unilever
Unilever
Produk makanan jaringan unilever
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

 Unilever Global menggabungkan bisnis makanannya dengan perusahaan McCormick & Company atau McCormick dan kini mulai fokus pada bisnis kecantikan. Penggabungan tersebut menyatukan dua bisnis yang dinilai memiliki kesamaan, sekaligus memiliki kinerja dengan pertumbuhan pendapatan yang solid.

Seiring dengan transaksi tersebut, Chief Executive Officer Unilever, Fernando Fernandez, mengatakan Unilever akan memisahkan bisnis makanannya. Langkah ini akan mengubah posisi perusahaan menjadi pemain murni di segmen home and personal care (HPC). Usai spin-off, Unilever diproyeksikan mencatatkan pendapatan sekitar €39 miliar atau sekitar Rp 663 triliun berdasarkan tahun fiskal 2025.

 “Dan kemampuan luar biasa McCormick, kami membangun bisnis yang fokus dan berkualitas tinggi dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikan dan potensi penciptaan nilai,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (9/4). 

Menurut Fernandez, bagi Unilever transaksi ini menjadi langkah strategis untuk mempertajam portofolio bisnis. Menurutnya, pemisahan unit makanan akan membuka nilai yang selama ini belum terpendam, sekaligus mendorong pembentukan pemain global berskala besar di sektor flavor.

Ia juga menyebut penggabungan merek-merek ikonik milik Unilever Foods dan jangkauan globalnya dengan portofolio dan keahlian kategori milik mitra akan memperkuat daya saing dan mempercepat pertumbuhan bisnis ke depan.

Merujuk pengumuman terbaru, portofolio usaha gabungan akan diisi merek-merek besar seperti McCormick, Knorr, dan Hellmann’s, hingga brand dengan potensi ekspansi tinggi seperti Cholula, Maille, dan Frank’s RedHot.  Unilever mengatakan bisnis gabungan Unilever Foods dan McCormick diperkirakan memiliki pendapatan dengan total sekitar US$ 20 miliar atau sekitar Rp 341,76 triliun berdasarkan kinerja tahun fiskal 2025.

Fokus ke Bisnis Kecantikan

Tak hanya itu, ke depannya Unilever akan mengandalkan pertumbuhan dari bisnis kecantikan, kesehatan, perawatan pribadi, dan kebutuhan rumah tangga. 

“Dengan posisi kuat di kategori yang kini diminati, serta hadir di wilayah dan saluran yang tengah tumbuh pesat, didukung portofolio merek yang inovatif dan memiliki kinerja yang baik,” tulis manajemen Unilever. 

Unilever menyebut transaksi ini sebagai langkah lanjutan dalam transformasi bisnis untuk menjadi perusahaan yang lebih sederhana, lebih fokus, dan memiliki pertumbuhan lebih cepat. Transformasi tersebut ditopang oleh sinergi di bidang inovasi berbasis sains, penguatan permintaan pasar, hingga eksekusi operasional yang lebih solid. 

Dalam tiga tahun terakhir, Unilever juga mencatatkan kinerja yang melampaui sektor home and personal care (HPC). Unilever mengatakan fokus bisnis yang lebih tajam diharapkan dapat semakin memperkuat penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Dalam transaksi ini, Unilever bersama pemegang sahamnya akan memperoleh sekitar 65% kepemilikan di entitas gabungan melalui saham McCormick & Company. 

Nilai kepemilikan tersebut setara sekitar US$ 29,1 miliar, mengacu pada harga rata-rata tertimbang saham McCormick selama satu bulan terakhir di level US$ 57,84. Selain itu, Unilever juga akan menerima dana tunai sebesar US$ 15,7 miliar yang akan digunakan untuk menutup biaya pemisahan dan pajak satu kali.

Dana itu juga menurunkan tingkat utang hingga sekitar 2,0 kali rasio utang bersih terhadap EBITDA. Selain itu hal itu juga untuk mendukung program pembelian kembali saham senilai €6 miliar yang direncanakan berlangsung pada periode 2026–2029.

Unilever mengatakan transaksi ini mencerminkan valuasi enterprise sebesar US$ 44,8 miliar untuk bisnis Unilever Foods. Nilai tersebut setara dengan rasio EV terhadap penjualan sebesar 3,6 kali dan EV terhadap EBITDA sebesar 13,8 kali. Valuasi ini dinilai sejalan dengan kelipatan perdagangan Unilever saat ini dan mencerminkan valuasi menarik di sektor industri makanan global.

Prospek Unilever–McCormick

Penggabungan bisnis McCormick & Company dengan Unilever Foods akan membentuk dua entitas yang lebih fokus dan memiliki potensi pertumbuhan lebih cepat, baik di sisi McCormick maupun Unilever. Unilever menilai kedua perusahaan akan lebih selaras dengan kategori bisnis, kapabilitas, hingga strategi penciptaan nilai masing-masing setelah transaksi rampung.

Khusus pada bisnis makanan, Unilever mengatakan integrasi ini akan melahirkan pemain global di sektor flavor atau penyedap rasa. Hal itu didukung kekuatan pada portofolio merek ikonik di segmen rempah-rempah, bumbu, saus, hingga produk pendukung memasak. 

Selain itu, penggabungan ini juga akan memperkuat jangkauan geografis yang saling melengkapi, sekaligus memperluas kehadiran global di berbagai kanal, baik ritel maupun layanan makanan.

“Dengan kemampuan sains dan R&D yang mendalam untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat akan rasa,” tulis Unilever. 

Unilever mengatakan dampak dari merger dinilai akan memiliki posisi yang kuat dan menarik di industri makanan. Kinerja keuangannya juga diproyeksikan solid, ditopang margin kotor yang kuat dan dukungan investasi merek yang terus meningkat.

McCormick & Company disebut menjadi mitra yang tepat bagi bisnis Unilever Foods, mengingat kesamaan budaya perusahaan dan rekam jejaknya dalam mengintegrasikan merek akuisisi.

Dari sisi manajemen, entitas gabungan ini akan dipimpin oleh jajaran CEO dan CFO McCormick dan didukung oleh perwakilan manajemen senior dari Unilever.

Lebih jauh ke depannya, perusahaan gabungan tetap akan menggunakan nama McCormick, dengan kantor pusat global di Hunt Valley, Maryland, dan tetap tercatat di Bursa Efek New York (NYSE).

“McCormick akan mendirikan kantor pusat internasional di Belanda dan berencana untuk melakukan pencatatan saham sekunder di Eropa,” tulis Unilever.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...