Wall Street Lanjutkan Reli, Optimisme Pasar Menguat Usai Gencatan Senjata
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Kamis (9/4) waktu setempat, seiring optimisme pelaku pasar terhadap gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat bertahan dalam dua pekan ke depan.
Indeks S&P 500 naik 0,62% ke level 6.824,66, sementara Nasdaq Composite tumbuh 0,83% menjadi 22.822,42. Adapun Dow Jones Industrial Average naik 275,88 poin atau 0,58% ke posisi 48.185,80.
Sentimen positif dipicu oleh langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyetujui penghentian serangan terhadap Iran pada Selasa malam (7/4). Konflik yang berjalan selama dua pekan tersebut memicu ketegangan dunia karena penutupan Selat Hormuz yang vital bagi jalur distribusi energi global.
“Fakta bahwa gencatan senjata ini ada dan disepakati kedua belah pihak memberi keyakinan bagi investor bahwa situasi ini pada akhirnya akan terselesaikan dalam jangka panjang,” ujar Chief Investment Officer RFG Advisory Rick Wedell dikutip dari CNBC, Jumat (10/4).
Kendati demikian, ia mengingatkan, semakin lama Selat Hormuz tetap tertutup, semakin sulit proses pemulihan distribusi energi global. Kondisi ini juga berpotensi memperpanjang gangguan pasokan.
Di pasar saham, indeks S&P 500 sempat bergerak lebih tinggi dan harga minyak turun dari level tertingginya setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kesediaan untuk membuka negosiasi langsung dengan Lebanon. Pernyataan tersebut muncul setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menilai serangan Israel ke Lebanon melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Pertumbuhan pasar juga ditopang oleh kenaikan saham sektor teknologi. Saham Meta Platforms naik 2,6% setelah meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru. Sementara itu, saham ritel Walmart serta utilitas seperti American Electric Power turut naik.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya saat tiga indeks utama Wall Street melonjak lebih dari 2%.
Meski gencatan senjata telah disepakati, implementasinya masih bergantung pada komitmen Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Teheran menyatakan siap membuka jalur tersebut selama dua pekan ke depan dengan syarat seluruh serangan dihentikan. Sejumlah laporan juga menyebut Israel menyetujui kesepakatan tersebut.
Namun, aktivitas pelayaran di selat tersebut belum sepenuhnya pulih. Hingga kini, baru sebagian kapal pengangkut kargo curah yang melintasi jalur tersebut, sementara distribusi minyak masih terbatas.
Sementara itu harga minyak mentah kembali naik kemarin. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 3% ke level US$ 97,87 per barel setelah sempat menembus US$ 100. Sementara itu, minyak mentah Brent naik lebih dari 1% ke posisi US$ 95,92 per barel.
