PGEO Ekspansi ke Bisnis Penyewaan Hydrogen Fuel Cell dan Data Center
Emiten pelat merah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana ekspansi dengan menambah dua lini usaha baru, yaitu bisnis hydrogen fuel cell dan data center. Langkah ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi sekaligus memperkuat peran perseroan dalam pengembangan energi bersih.
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen PGEO mengungkapkan rencana untuk menambah kegiatan usaha di bidang penyewaan dan sewa guna mesin serta peralatan pertambangan dan penggalian. Penambahan bisnis itu sejalan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025,
Sejalan dengan rencana tersebut, PGEO akan mengembangkan bisnis penyediaan jasa sewa generator hydrogen fuel cell (HFCG). Teknologi ini menjadi solusi pembangkit listrik berbasis hidrogen yang dinilai efisien dan ramah lingkungan.
“Ruang lingkup kegiatan usaha ini mencakup antara lain penyediaan unit generator hydrogen fuel cell, kegiatan instalasi dan commissioning, pengoperasian, pemeliharaan, serta dukungan teknis sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” tulis manajemen PGEO dalam keterbukaan informasi BEI yang dikutip di Jakarta, Rabu (15/4).
Adapun penambahan lini bisnis baru ini dinilai sejalan dengan kegiatan utama di sektor panas bumi, khususnya untuk mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta transisi menuju energi bersih. Teknologi HFCG diharapkan dapat melengkapi portofolio energi PGEO sekaligus menciptakan sinergi dengan kompetensi yang telah dimiliki.
Manajemen juga memastikan hingga saat ini tidak terdapat keberatan dari pihak tertentu yang dapat menghambat rencana penambahan kegiatan usaha tersebut.
Selain itu, PGEO turut menambah kegiatan usaha di bidang pengolahan data dan infrastruktur digital. Perseroan akan masuk ke KBLI 63101 yaitu aktivitas pengolahan data, dan KBLI 63102 yakni penyediaan infrastruktur komputasi, hosting, dan aktivitas terkait.
Langkah ini seiring rencana pengembangan data center berkapasitas 5 MW (utility load) yang berlokasi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
KBLI 63101 mencakup aktivitas pengolahan, penyimpanan, dan pengelolaan data. Sementara KBLI 63102 meliputi penyediaan infrastruktur komputasi, layanan hosting, serta operasional pusat data, termasuk server, jaringan dan sistem pendukung lainnya.
PGEO menyebut pengembangan bisnis data center memiliki keterkaitan erat dengan bisnis utama perseroan. Pasalnya, energi listrik yang dihasilkan dari panas bumi akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional pusat data tersebut.
“Dengan demikian, rencana ini merupakan bagian dari upaya perseroan dalam melakukan diversifikasi usaha sekaligus optimalisasi pemanfaatan energi panas bumi,” kata manajemen.
