Restrukturisasi BUMN Karya Jadi Sinyal Negatif, Pefindo Soroti Risiko Penurunan
Upaya pemerintah menyehatkan atau merestrukturisasi Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Karya akan berdampak signifikan terhadap peringkat kredit perusahaan. Restrukturisasi umumnya mencerminkan melemahnya kemampuan bayar sehingga berpotensi menekan peringkat kredit.
Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Yogie Surya Perdana mengatakan, restrukturisasi pada dasarnya merupakan sinyal negatif bagi profil kredit perusahaan. “Sehingga itu secara tidak langsung juga harusnya terefleksi di peringkat,” ujar Yogie dalam konferensi pers Pefindo, Rabu (15/4).
Meski demikian, Pefindo tidak serta-merta menilai restrukturisasi sebagai faktor penentu tunggal. Lembaga pemeringkat akan melihat efektivitas pelaksanaan restrukturisasi serta kemampuan perusahaan mengeksekusinya.
Yogie menjelaskan, restrukturisasi yang hanya bersifat menunda kewajiban tanpa menyelesaikan akar masalah utang tidak akan memperbaiki peringkat secara berkelanjutan. Skema semacam ini justru berisiko membuat masalah berulang untuk satu atau dua tahun ke depan.
Ia menyebut, permasalahan utama BUMN Karya saat ini adalah penyelesaian utang. Menurut Yogie, jika restrukturisasi tidak dilakukan secara efektif, pokok atas utang yang telah direstrukturisasi ini akan jatuh tempo sehingga harus direstrukturisasi. "Ini kami melihat sangat negatif,” katanya.
Sebaliknya, restrukturisasi yang menyeluruh dan disertai perbaikan struktur keuangan dapat menjadi katalis positif untuk emiten-emiten tersebut. Sebagai contoh, langkah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang menempuh skema master restructuring agreement, mencakup kreditur perbankan dan obligasi.
Menurut Yogie, skema tersebut merupakan langkah terakhir atau last resort untuk memperbaiki struktur permodalan dan neraca agar lebih sesuai dengan kemampuan arus kas perusahaan.
Rating Kredit BUMN Karya
| PT Adhi Karya Tbk (ADHI) : idA- | |
| PT Wijaya Karya Tbk (WIKA): idSD | |
| PT Waskita Karya Tbk (WSKT): idSD | |
| PT Adhi Karya Tbk (ADHI): idBBB+ |
Dalam praktiknya, Pefindo biasanya menurunkan peringkat perusahaan yang masuk restrukturisasi hingga level gagal bayar atau default. Setelah kesepakatan restrukturisasi tercapai, peringkat dapat dinaikkan secara bertahap, tergantung pada efektivitas implementasi.
Jika perusahaan konsisten menjalankan kewajiban pascarestrukturisasi, peringkat berpotensi naik secara bertahap, meski kecil kemungkinan kembali ke level sebelum restrukturisasi dalam waktu dekat.
Selain restrukturisasi, rencana merger BUMN karya juga dinilai memiliki dampak terhadap profil kredit. Dampaknya bisa positif maupun negatif, tergantung pada penanganan utang lama atau legacy liabilities.
Yogie mengingatkan, jika utang lama tidak dipisahkan (ring fencing), maka beban tersebut dapat menekan profil kredit entitas hasil merger. Sebaliknya, jika kewajiban lama berhasil diisolasi, dampaknya cenderung netral.
Ia menambahkan, rencana merger BUMN karya kemungkinan ditunda hingga proses restrukturisasi utang masing-masing perusahaan rampung. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan struktur keuangan lebih sehat sebelum konsolidasi dilakukan.
