Profil Iwan Hadiantoro, Nakhoda Baru UNTR di Tengah Tekanan Bisnis
Emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk (UNTR) baru saja mengangkat Iwan Hadiantoro sebagai presiden direktur (presdir) baru. Penunjukan Iwan disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) UNTR 2026 yang digelar Kamis (16/4) kemarin.
Iwan mengatakan, tahun ini menjadi periode yang penuh tantangan bagi perusahaan. Mulai dari faktor eksternal, konflik geopolitik hingga perubahan regulasi yang memengaruhi kinerja United Tractors.
Ia mengaku dampak tersebut terasa pada hampir seluruh lini bisnis UNTR yang terkait sektor pertambangan, baik kontraktor tambang, gas, pertambangan emas, batu bara, maupun nikel.
“Nah sebagai dampaknya mungkin bisa saya katakan bahwa tahun ini situasi bisnis UTI masih sangat challenging (menantang),” kata Iwan dalam konferensi pers UNTR di Jakarta, Kamis (16/4).
Kendatipun begitu, Iwan menegaskan UNTR terus berupaya memitigasi berbagai tantangan seiring tetap menjaga arah pengembangan jangka panjang perusahaan.
Ia menyebut dengan dukungan neraca keuangan yang solid hingga fundamental yang kuat, perseroan aktif mencari peluang baru. Langkah ini dilakukan agar bisnis UNTR tetap kokoh dalam jangka panjang dengan portofolio yang memiliki karakter sustainability lebih baik.
Di sisi lain, pada lini bisnis inti seperti alat berat, kontraktor tambang, dan pertambangan, UNTR terus mengedepankan operational excellence demi menjaga daya saing dan bertahan di tengah tekanan industri.
“Sehingga dalam kondisi apa pun kami tetap bisa mempertahankan kinerja baik berikutnya,” ucap Iwan.
Profil Iwan Hadiantoro
Melansir laman resmi United Tractors, Iwan Hadiantoro adalah warga negara Indonesia yang lahir pada 1968. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (Manajemen Keuangan) dari Universitas Indonesia (UI).
Iwan pertama kali diangkat sebagai direktur UNTR pada April 2015 melalui keputusan RUPS tahunan. Dalam perjalanan kariernya, Iwan juga mengemban berbagai posisi strategis di sejumlah entitas. Di antaranya presiden komisaris di PT Agincourt Resources, PT Unitra Nusantara Persada, hingga PT Supreme Energy Sriwijaya.
Selain itu, ia juga menjadi komisaris di PT Acset Indonusa Tbk dan PT Arkora Hydro Tbk, hingga menjabat presdir di PT Unitra Persada Energia dan PT Danusa Tambang Nusantara.
Sebelum bergabung dengan PT Astra International Tbk (ASII) pada 2010 sebagai head of group treasury & investor relations, Iwan memulai kariernya di Shell Indonesia pada 1990. Ia kemudian melanjutkan karier di General Electric Indonesia sejak 1998 dengan menduduki berbagai posisi manajerial, mulai dari controllership, treasury, hingga financial planning & analysis.
Kariernya di GE mencapai puncak saat menjabat direktur dan chief financial officer (CFO) PT GE Finance Indonesia hingga 2010. Ia juga sempat menjadi finance director di Astra Sedaya Finance pada periode 2006–2008 sebelum bergabung ke Astra Group.
Berikut jajaran dewan direksi dan komisaris hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) UNTR 2026:
Dewan Direksi
- Presiden Direktur: Iwan Hadiantoro
- Direktur: ldot Supriadi
- Direktur: Widjaja Kartka
- Direktur: Vilihati Surya
- Direktur: Ari Sutrisno
- Direktur: Hendra Hutahean
- Direktur: Andreas
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Frans Kesuma
- Komisaris Independen: Paulus Bambang Widjanarko
- Komisaris Independen: Bruce Malcolm Cox
- Komisaris Independen: Ignasius Jonan
- Komisaris: Djoko Pranoto Santoso
- Komisaris: Rudy
- Komisaris: Gita Tiffani Boer
- Komisaris: Lincoln Lin Feng Pan
