Telkom (TLKM) Kena Sentil Prabowo, BP BUMN Minta Bersih-Bersih Laporan Keuangan

Nur Hana Putri Nabila
21 April 2026, 17:18
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria tiba untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Pertemuan tersebut untuk menyamp
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria tiba untuk bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/5/2025). Pertemuan tersebut untuk menyampaikan perkembangan kegiatan Danantara terutama dari segi investasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria meminta transformasi PT Telkom Indonesia (TLKM) harus segera rampung seiring dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto.  Hal itu disampaikan Dony yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara saat melakukan kunjungan ke Telkom Indonesia pada Senin (20/4).

Pertemuan itu untuk memastikan percepatan transformasi perusahaan. Salah satu yang jadi perhatian adalah dalam penguatan tata kelola, peningkatan efisiensi operasional, serta penajaman fokus bisnis perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, Dony menyatakan bahwa rapat merupakan tindak lanjut arahan Prabowo. Ia menyebut fokus pertama adalah memastikan pembukuan kinerja keuangan Telkom Indonesia harus bersih dan transparan.

“Pertama mengenai buku harus bersih, kami menata ulang pembukuan terhadap Telkom,” kata Dony, dalam keterangan resminya, Selasa (21/4).

Dony juga mengatakan rapat membahas langkah streamlining atau perampingan Telkom ditargetkan harus rampung tahun ini. Ketiga, upaya pembersihan Telkom demi memastikan perusahaan dijalankan secara benar, tepat, dan bersih sesuai prinsip tata kelola yang baik.

“Sehingga perusahaan Telkom ke depannya benar-benar menjadi lebih hebat lagi,” ujar Dony. 

Lebih lanjut, Dony menyebut transformasi digital Telkom Indonesia harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata. Ia juga menilai kepemimpinan yang kuat menjadi kunci agar setiap inisiatif perubahan berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Kementerian BUMN menyoroti sejumlah fokus strategis dalam percepatan transformasi Telkom. Penguatan tata kelola perusahaan menjadi perhatian utama, termasuk memastikan pencatatan dan pembukuan sesuai standar akuntansi serta mengacu pada benchmark industri. 

Dony mengatakan kenaikan daya saing didorong melalui proses streamlining anak usaha agar lebih fokus, efisien, dan adaptif terhadap dinamika industri.

“Selain itu, penegakan hukum juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan BUMN yang profesional, transparan, dan berintegritas,” ujar Dony. 

BP BUMN bersama Danantara menurut Dony akan terus mendorong Telkom Indonesia dalam memperkuat fundamental bisnis dan tata kelola perusahaan. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan digital yang semakin andal, meningkatkan daya saing global, 

“Serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Dony. 

Kinerja Telkom Kuartal III 2025

Adapun Telkom Indonesia hingga kini belum mengumumkan laporan keuangan tahun buku 2025. Hal ini karena berstatus dual-listing, di mana sahamnya juga tercatat di bursa Amerika Serikat sehingga harus mengikuti ketentuan dari U.S. Securities and Exchange Commission (US-SEC).

Berdasarkan aturan tersebut, batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan adalah paling lambat akhir bulan keempat setelah tahun buku berakhir. Dengan demikian, Telkom akan menyampaikan laporan keuangan tahunan auditan 2025 paling lambat akhir April 2026.

Namun apabila melihat kinerja keuangan terakhir, Telkom Indonesia mencetak laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 15,78 triliun pada kuartal III 2025. Laba bersih ini anjlok 10,69% (year-on-year/yoy) dari kuartal III tahun lalu yang sebesar Rp17,67 triliun. 

Sejalan dengan itu, pendapatan emiten berkode TLKM ini juga menyusut 2,31% (yoy) menjadi Rp109,61 triliun. Pendapatan TLKM paling banyak berasal dari segmen data, internet, dan jasa teknologi informatika yang menyumbang Rp 67,26 triliun.

Kemudian pendapatan dari IndiHome Rp 19,73 triliun; segmen interkoneksi Rp 7,10 triliun; telepon Rp 4,24 triliun; jaringan Rp 2,70 triliun; dan pendapatan layanan lainnya Rp 6,39 triliun.

Sampai akhir September 2025, perusahaan BUMN ini memiliki aset senilai Rp 291,89 triliun. Nilainya turun 2,59% dibanding akhir Desember 2024 yang sebesar Rp299,67 triliun. Aset tersebut terdiri atas liabilitas sebesar Rp 136,88 triliun dan ekuitas Rp 155,02 triliun.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...