Indeks Wall Street Positif Dipicu Sentimen Gencatan Senjata AS-Iran
Indeks bursa Wall Street melonjak pada perdagangan Rabu (23/4) didorong sentimen positif dari perpanjangan gencatan senjata Amerika Serikat dengan Iran serta kinerja emiten yang solid.
Indeks S&P 500 naik 1,05% ke level 7.137,90 dan ditutup di rekor tertinggi. Nasdaq Composite juga melesat 1,64% ke 24.657,57, bahkan sempat mencetak rekor intraday baru. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 340,65 poin atau 0,69% ke posisi 49.490,03.
Kenaikan ini usai Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu. Trump beralasan alasan kondisi internal pemerintah Iran yang dinilai masih terpecah.
Tak hanya itu, Trump menyebut permintaan penundaan serangan datang dari Asim Munir dan Shehbaz Sharif, agar Iran memiliki waktu menyatukan sikap dan mengajukan proposal. Meski begitu, ia menegaskan militer AS tetap melanjutkan blokade dan berada dalam kondisi siaga.
“Hingga proposal mereka diajukan dan pembicaraan diselesaikan, bagaimanapun caranya,” ucap Trump, dikutip CNBC International, Kamis (23/4).
Namun, jadwal pembicaraan damai masih belum pasti. Minimnya komitmen dari Teheran membuat rencana kunjungan Wakil Presiden JD Vance tertunda. Media pemerintah Iran juga melaporkan negosiator dari Teheran menolak hadir karena menilai dialog dengan AS hanya membuang waktu.
Meski demikian, ketegangan di Selat Hormuz belum mereda. Angkatan Laut Iran pada Rabu menyatakan telah menyita dua kapal kontainer di jalur pelayaran strategis itu. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak, dengan kontrak berjangka minyak mentah Brent menembus US$ 100 per barel.
Dalam situasi tersebut, pasar saham AS tetap menunjukkan penguatan. CEO WEBs Investments, Ben Fulton, menilai investor mulai mengabaikan dinamika geopolitik di Timur Tengah, terutama karena Nasdaq Composite sudah berada di level tertinggi sepanjang masa.
Fulton menilai saham-saham AS masih berpotensi menguat dibandingkan dengan pasar global, didukung kinerja keuangan emiten yang solid. Namun, ia juga mengingatkan pergerakan pasar yang terlalu cepat justru meningkatkan risiko koreksi dalam jangka pendek.
“Pekan lalu saya melihat risiko ada di sisi atas. Tapi sekarang, dengan pergerakan secepat ini, risikonya justru mulai bergeser ke sisi bawah,” ujarnya.
Musim laporan keuangan juga menjadi katalis positif. Saham Boeing melonjak 5,5% setelah melaporkan kerugian kuartal pertama yang lebih kecil dari perkiraan. Sementara itu, GE Vernova melesat hampir 14% usai membukukan pendapatan yang melampaui ekspektasi.
Secara keseluruhan, berdasarkan data FactSet lebih dari 80% perusahaan dalam S&P 500 yang telah merilis kinerja sejauh ini berhasil melampaui ekspektasi pasar.
