Emiten Boy Thohir (EMAS) Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Daftarnya
Emiten terafiliasi taipan Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Rabu (22/4) lalu. Rapat itu mengusung sejumlah agenda strategis yang menitikberatkan pada penguatan kepemimpinan, tata kelola, serta dukungan terhadap fase produksi dan pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Dalam RUPST kali ini, pemegang saham menyetujui agenda rutin berupa pengesahan laporan keuangan dan laporan tahunan. Selain itu, RUPST juga menyepakati penunjukan tiga direktur dan lima komisaris baru guna memperkuat struktur manajemen serta meningkatkan standar tata kelola perusahaan sesuai praktik industri pertambangan global.
Manajemen menilai langkah ini penting seiring meningkatnya kompleksitas bisnis pada fase produksi. Perseroan membutuhkan disiplin eksekusi operasional yang lebih tinggi, pengelolaan keuangan dan risiko yang terintegrasi, serta penguatan fungsi pengawasan dan transparansi kepada investor.
"Tiga direktur yang telah disetujui memiliki kombinasi pengalaman teknis, operasional, dan finansial yang kuat serta rekam jejak luas dalam pengembangan dan pengelolaan aset pertambangan," kata manajemen dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (24/4).
Adapun tiga direktur yang ditunjuk salah satunya yaitu Nicholas John Green. Ia dikenal sebagai pemimpin industri pertambangan dengan pengalaman luas dalam manajemen proyek dan operasional di Asia Tenggara serta rekam jejak dalam pengembangan proyek kompleks.
Berikutnya, ada Barend Johannes Nicolaas Knoetze memiliki pengalaman teknis, rekayasa, dan operasional pada proyek emas dan tembaga, khususnya dalam eksplorasi dan ekstraksi. Sementara itu, Suryadinata Tanu memiliki latar belakang kuat di bidang keuangan dengan pengalaman dalam fungsi finance, accounting, dan pajak di sektor pertambangan.
Di sisi pengawasan, perseroan juga mengangkat lima komisaris baru, termasuk tiga komisaris independen. Yang pertama adalah Winato Kartono. Ia memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang investasi dan perbankan serta pernah berkiprah di sejumlah perusahaan besar. Berikutnya, ada Xinyu Wang yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di industri pertambangan global dan pernah menjabat posisi pimpinan di perusahaan tambang internasional.
Sementara itu, tiga komisaris independen yang ditunjuk juga membawa latar belakang yang beragam. Jona Widhagdo Putri dikenal sebagai pakar hubungan internasional dan investasi lintas negara serta saat ini menjabat penasihat khusus ketua Dewan Ekonomi Nasional RI.
John Mackay McCulloch Williamson memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di pasar keuangan global, termasuk pernah menjadi managing director Morgan Stanley Asia Pacific dan kini menjabat chairman London Metal Exchange. Adapun Yu Gao memiliki pengalaman luas di bidang ekuitas swasta di Asia serta pernah menduduki posisi managing director dan co-chief investment officer di Morgan Stanley.
RUPST turut menyetujui pengunduran diri tiga anggota direksi, yakni Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri. Ketiganya akan kembali fokus menjalankan peran strategis di tingkat grup, yakni di induk usaha Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), sebagai bagian dari optimalisasi pengelolaan kepemimpinan.
Selain itu, perseroan menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola melalui transaksi material dan/atau afiliasi yang mendukung pengembangan operasional Tambang Emas Pani. Seluruh transaksi tersebut dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, kepatuhan regulasi, serta mekanisme pengawasan yang memadai untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
Sebagai informasi, EMAS adalah perusahaan tambang emas yang mayoritas dimiliki oleh MDKA dan memiliki aset utama Tambang Emas Pani di Kabupaten Powuhato, Provinsi Gorontalo. Proyek tersebut menjadi salah satu pengembangan tambang emas primer terbesar di Indonesia dan diharapkan menjadi pendorong utama produksi serta pertumbuhan perseroan dalam jangka panjang.
