Merger BUMN Karya Berpotensi Mundur, Danantara Ungkap 4 Tahap yang Disiapkan

Karunia Putri
28 April 2026, 16:54
Suasana pengerjaan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Jalan Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menyatakan akan memprioritaskan pengerjaan proyek infrastruktur berlabel proyek strategis nasional
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/hp.
Suasana pengerjaan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Jalan Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menyatakan akan memprioritaskan pengerjaan proyek infrastruktur berlabel proyek strategis nasional (PSN) dan LRT Jabodebek ditargetkan beroperasi pada Juli 2022.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara mengungkapkan target penggabungan usaha atau merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya berpotensi mundur dari rencana awal pada Juli tahun ini.

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, kemungkinan mundurnya target tersebut disebabkan adanya proses divestasi di masing-masing perusahaan agar merger dapat dilakukan dalam kondisi yang benar-benar sehat. Meski demikian, dia memastikan proses merger tetap akan rampung pada tahun ini.

“BUMN Karya saat ini kan sedang kita lakukan dulu ada beberapa tahapan. Beberapa yang non-core daripada BUMN Karya, itu akan kita lepas untuk menurunkan utangnya,” ujar Dony saat ditemui di acara The Forum, Jakarta, Selasa (28/4).

Menurut Dony, divestasi diperlukan karena sejumlah BUMN Karya memiliki lini bisnis yang tidak sesuai dengan bisnis inti. Misalnya, ada perusahaan karya yang memiliki bisnis serat optik, sistem penyediaan air minum (SPAM) hingga jalan tol. Bisnis-bisnis tersebut akan dilepas terlebih dahulu untuk menurunkan beban utang.

Dony menjelaskan, terdapat banyak tahapan yang harus dilalui menuju merger, mengingat kompleksitas BUMN Karya yang cukup tinggi sehingga memerlukan restrukturisasi secara bertahap.

“Mungkin kita tentu masih berharap (sesuai target), tetapi kemungkinan besar itu akan mundur, karena setelah saya lihat timeline nya, ya pasti tahun ini akan selesai,” ujarnya.

Dony menyatakan, proses divestasi membutuhkan waktu karena harus melibatkan penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Selain itu, divestasi juga harus dilakukan secara hati-hati agar tetap memberikan manfaat dan keuntungan, terutama dalam menurunkan kewajiban perusahaan sebelum dikonsolidasikan.

Empat Proses Menuju Merger BUMN Karya

Melalui merger, Danantara akan mengonsolidasikan sekitar 1.100 perusahaan menjadi 257 perusahaan. Khusus untuk BUMN Karya, jumlahnya akan dipangkas dari tujuh perusahaan menjadi tiga entitas bisnis utama.

Dony menjelaskan, proses konsolidasi dilakukan melalui pendekatan komprehensif dan berbasis analisis. Tahap pertama adalah fundamental business review, yaitu peninjauan menyeluruh terhadap seluruh perusahaan. Parameter yang digunakan antara lain global benchmark, model bisnis, sumber dan komposisi pendapatan, struktur biaya hingga margin EBITDA.

“Kita masukkan seluruh perusahaan itu kita lihat global benchmarknya seperti apa, perusahaan kita seperti apa, kita melakukan merger dalam hal ini,” kata dia.

Tahap kedua adalah analisis ukuran pasar (market sizing) untuk melihat potensi pertumbuhan pasar serta pangsa pasar perusahaan. Tahap ketiga adalah analisis kompetitor, mencakup model bisnis, kekuatan dan pangsa pasar pesaing.

Adapun tahap keempat adalah analisis kapabilitas internal, baik dari sisi keuangan maupun sumber daya manusia dan organisasi.

Hasil dari seluruh analisis tersebut kemudian dimasukkan ke dalam matriks untuk menentukan langkah strategis terhadap masing-masing perusahaan. Setidaknya terdapat empat skema utama.

Pertama, likuidasi untuk perusahaan yang tidak memiliki model bisnis yang jelas, dengan liabilitas lebih besar dibandingkan aset, serta kapabilitas internal yang lemah.

“Tidak ada gunanya kita meneruskan. Malah ada kita berinvestasi dari pertama perusahaan itu dibeli sampai hari ini rugi terus. Itu harus buat apa kita meneruskan?,” ujar Dony.

Kedua, divestasi untuk perusahaan yang dinilai lebih tepat dimiliki oleh swasta, seperti perusahaan berukuran kecil atau yang tidak termasuk bisnis inti.

Ketiga, konsolidasi untuk perusahaan dengan lini bisnis serupa. Misalnya, Danantara akan menggabungkan lebih dari 16 perusahaan logistik menjadi satu entitas, serta melakukan konsolidasi di sektor manajemen aset, rumah sakit, dan perhotelan.

Keempat, restrukturisasi bagi perusahaan yang masih memiliki potensi untuk diperbaiki kinerjanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...