Jejak Portofolio Grup Bakrie (BIPI) Ikut Tender Proyek WtE Danantara Yogyakarta
Emiten portofolio Grup Bakrie PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tengah memasuki proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Waste to Energy (WtE) Danantara Indonesia di Yogyakarta.
Berdasarkan riset Samuel Sekuritas Indonesia, Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) saat ini tengah dalam transisi dari bisnis batu bara menuju sektor energi yang lebih berkelanjutan. Analis Samuel Sekuritas, Juan Harahap dan Ahnaf Yassar, menyebut BIPI menargetkan ekspansi ke tiga lini utama, yakni liquefied natural gas (LNG), waste-to-energy (WTE), dan panas bumi (geotermal).
Samuel Sekuritas menyebut tren kenaikan harga energi saat ini menjadi faktor pendukung yang dapat memperlancar proses transisi BIPI menuju bisnis non-batu bara ke depan. Seiring dengan itu, Samuel mengungkapkan manajemen BIPI mulai masuk ke sektor WTE melalui kemitraan dengan Danantara dalam skema tender pemerintah.
“Seperti yang ditunjukkan melalui partisipasi dalam tender gelombang kedua untuk proyek Yogyakarta dengan kapasitas total 1.500 ton,” demikian tertulis dalam riset Samuel Sekuritas, dikutip Selasa (28/4).
Penulis Katadata.co.id telah meminta tanggapan mengenai rencana dan aksi perusahaan dalam ikutnya tender pembangkit sampah itu kepada Presiden Komisaris Astrindo Nusantara Infrastruktur, Achmad Widjaja. Namun belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.
Meski begitu, Danantara hingga kini tak kunjung mengumumkan pemenang tender fasilitas proyek pengolahan sampah jadi energi atau WtE untuk Kota Yogyakarta. Padahal tiga kota lain yaitu Bali, Bekasi dan Bogor yang berada di tahap pertama sudah mulai jalan.
Keterlambatan itu lantaran Danantara sudah berencana membuka tender proyek WtE tahap kedua pada April 2026. Adapun proyek di Bekasi, Danantara menunjuk Wangneng Environment Co., Ltd sebagai pemenang operator di sana. Adapun Zhejiang Weiming menjadi pemenang tender untuk wilayah Denpasar dan Bogor.
Direktur Investasi Danantara yang juga menjadi lead proyek WtE Fadli Rahman mengatakan, proses penentuan mitra di Yogyakarta masih berlangsung karena adanya sejumlah hal yang perlu dinegosiasikan.
“Di Yogyakarta kami masih dalam proses pemilihan mitra, ada beberapa hal yang terkait negosiasi,” ujar Fadli dalam acara update proyek WtE di Wisma Danantara, Kamis (9/4).
Ia mengatakan pemilihan mitra untuk proyek di Yogyakarta sangat mempertimbangkan kecepatan pembangunan. Hal ini sejalan dengan urgensi penanganan persoalan sampah di daerah tersebut.
“Karena urgensi dari masalah sampah di Yogyakarta, kami tidak ingin memilih mitra yang proses pembangunannya sangat lama,” katanya.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) merupakan perusahaan infrastruktur energi di Indonesia yang bertransisi dari bisnis eksplorasi minyak dan gas menjadi penyedia terintegrasi di sektor pertambangan batu bara dan logistik. Operasional perseroan melalui sejumlah anak usaha utama, seperti PT Mitratama Perkasa dan PT Nusa Tambang Pratama.
Melalui entitasnya, BIPI mengelola berbagai aset midstream, termasuk terminal batu bara, fasilitas penghancur (crusher), hingga sistem konveyor darat yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Memasuki awal 2026, Bakrie Capital Indonesia masuk sebagai pemegang saham utama sebanyak 6% atau 3,82 miliar saham.
