Kata Anthoni Salim Soal Kinerja Laba INDF–ICBP Kuartal I 2026 di Tengah Konflik
Dua emiten konsumer milik konglomerat Anthoni Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kenaikan laba di tengah gejolak konflik geopolitik.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 9% yoy menjadi Rp 2,96 triliun dari Rp 2,72 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di samping itu penjualan neto tercatat sebesar 7% yoy menjadi Rp 33,89 triliun dari Rp 31,56 triliun di periode yang sama tahun lalu. Marjin laba usaha di kisaran 19,3%, meskipun laba usaha turun sebesar 6% menjadi Rp 6,53 triliun dari Rp 6,92 triliun yang terutama disebabkan oleh lebih rendahnya laba kurs yang timbul dari kegiatan operasional.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, mengatakan Indofood tetap dapat mempertahankan kinerjanya di kuartal pertama tahun ini di tengah meningkatnya konflik geopolitik.
“Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan, tetap menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” ungkap Anthoni Salim dalam keterangannya, dikutip Senin (4/5).
Sementara itu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sekitar 8% yoy menjadi Rp 21,72 triliun dari Rp 20,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 3% yoy menjadi Rp 2,57 triliun dari Rp 2,66 triliun pada kuartal pertama tahun lalu.
Marjin laba usaha di kisaran 21,3% meskipun laba usaha turun 10% menjadi Rp 4,62 triliun di kuartal pertama tahun 2026 karena rendahnya laba atas selisih nilai tukar mata uang asing dari kegiatan operasi. Padahal pada periode yang sama tahun lalu ICBP membukukan Rp 5,15 triliun di kuartal pertama tahun 2025
Anthoni Salim mengatakan ICBP terus memberikan penjualan yang meningkat dan mempertahankan marjin profitabilitas yang sehat. Ia mengatakan ICBP akan tetap waspada terhadap potensi gejolak makroekonomi dan berbagai faktor risiko eksternal.
“Kami akan terus fokus dan beradaptasi dengan cepat untuk menangkap berbagai peluang pertumbuhan, memperkuat daya saing, serta mempertahankan posisi keuangan yang sehat,” ucap Anthoni.
