Membanding Rapor Emiten Boy Thohir ADRO, AADI dan ADMR, Mana yang Menarik?

Karunia Putri
4 Mei 2026, 12:55
Adaro
Katadata
Adaro
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tiga emiten milik Garibaldi Thohir atau Boy Thohir telah menyampaikan laporan keuangan kuartal pertama 2026. Ketiganya adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

Berdasarkan kinerja tiga bulan pertama tahun ini, ADRO mencatat pertumbuhan laba tertinggi di antara ketiga emiten tersebut. Laba bersih perseroan melonjak 67,07% secara tahunan menjadi US$ 128,13 juta.

Di posisi berikutnya, ADMR membukukan kenaikan laba bersih sebesar 33,99% menjadi US$ 87,70 juta dibandingkan US$ 65,45 juta pada kuartal pertama 2025.

Sementara itu, kinerja berbeda ditunjukkan AADI. Laba bersih perseroan justru turun 27,02% menjadi US$ 143,03 juta dari US$ 195,99 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja ADRO Paling Moncer

Secara rinci, ADRO membukukan laba bersih sebesar US$ 128,13 juta atau setara dengan Rp 2,17 triliun (dengan kurs Rp 16.993 per dolar AS) pada kuartal pertama 2026, naik 67,07% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya sebesar US$ 76,69 juta.

Kenaikan laba bersih ADRO ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang naik menjadi US$ 470,90 juta dari US$ 381,61 juta pada kuartal pertama 2025.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan hasil tambang ekspor dan impor kepada pihak ketiga sebesar US$ 169,62 juta serta pendapatan lain-lain sebesar US$ 1,28 juta.

Dari pihak berelasi, perseroan memperoleh pendapatan dari penjualan hasil tambang sebesar US$ 96,39 juta, jasa pertambangan US$ 194,34 juta dan pendapatan lain-lain senilai US$ 9,25 juta.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan ADRO turut meningkat menjadi US$ 292,34 juta dari US$ 271,28 juta secara tahunan.

Di pasar saham, harga saham ADRO turun 0,40% ke Rp 2.510. Sejak awal tahun atau year to date (ytd), saham ADRO melonjak 38.67%.

Laba ADMR Naik 34% Jadi US$ 87,70 Juta

Kemudian, ADMR tercatat juga membukukan kinerja positif. Laba bersih perseroan naik 33,99% menjadi US$ 87,70 juta pada kuartal pertama 2026 dibandingkan dengan laba bersih perseroan kuartal pertama 2025 sebesar US$ 65,45 juta secara yoy.

Pendapatan perseroan tumbuh 33,79% menjadi US$ 267,49 juta, dibandingkan US$ 199,93 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan hasil tambang kepada pihak berelasi sebesar US$ 96,82 juta dan jasa lainnya sebesar US$ 1,03 juta. Sementara penjualan kepada pihak ketiga mencapai US$ 169,63 juta.

Pihak berelasi ADMR tercatat adalah Adaro International (Singapore) Pte. Ltd. Adapun pelanggan pihak ketiga antara lain PT Kinxiang New Energy, Posco International Corporation dan PT Risun Wei Shan Indonesia.

Beban pokok pendapatan ADMR meningkat menjadi US$142,32 juta, dari US$117,33 juta secara tahunan.

Di lantai bursa, saham ADMR ditutup melesat 4,05% atau bertambah 75 poin ke Rp 1.925. Secara Ytd, harga sahamnya naik 23,40%.

Kinerja AADI Tertekan, Laba Turun 27%

Berbeda dengan dua emiten lainnya, AADI mencatat penurunan laba bersih sebesar 27,02% menjadi US$ 143,03 juta atau setara Rp 2,43 triliun  dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 195,99 juta.

Penurunan laba sejalan dengan turunnya pendapatan perseroan menjadi US$ 1,04 miliar, dari US$ 1,16 miliar pada kuartal I 2025.

Pendapatan AADI berasal dari penjualan batu bara dan jasa logistik kepada pihak ketiga sebesar US$ 928,14 juta, serta pendapatan lain-lain sebesar US$ 3,57 juta. Angka tersebut menyusut dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar US$ 1,05 miliar.

Dari pihak berelasi, perseroan mencatat pendapatan dari penjualan batu bara dan logistik sebesar US$ 108,9 juta serta pendapatan lain-lain sebesar US$ 3,56 juta. Jumlah itu juga turun ddari tahun lalu senilai US$ 31,63 juta.

Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan AADI turut menyusut menjadi US$ 786,63 juta, dari US$ 817,02 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, sasham AADI parkir di zona merah siang ini. Sahamnya ambruk 5,39% ke Rp 10.975. meski demikian, secara Ytd, harga sahamnya telah melonajk 57,35%.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...