Luncurkan Aplikasi, Maybank (BNII) Bidik DPK Syariah Tumbuh: Intip Prospeknya
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) bersama aplikasi gaya hidup syariah Muslim Pro meluncurkan platform finansial digital bernama Amanah Pro. Melalui aplikasi baru ini, perseroan membidik pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) syariah hingga dua digit.
Amanah Pro merupakan aplikasi keuangan digital yang dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah. Platform ini diklaim sebagai layanan Islamic Banking-as-a-Service (iBaaS) pertama yang diluncurkan di Indonesia.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna Muslim Pro dapat mengakses berbagai layanan perbankan syariah secara digital tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang.
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia Romy H Muchari mengatakan, peluncuran Amanah Pro bertujuan untuk membantu nasabah dan pengguna Muslim Pro mempersiapkan perjalanan spiritual mereka, terutama ibadah haji dan umrah.
“Target kita disini memang tentunya untuk membantu nasabah-nasabah kita dan juga subscriber-subscriber dari Muslim Pro misalnya menabung, untuk mempersiapkan perjalanannya di haji atau perjalanan umroh,” ujar Romy dalam peluncuran Amanah Pro di Room Maybank Indonesia, Jakarta, Rabu (6/5).
Dari sisi bisnis, ia berharap kehadiran platform ini dapat mendorong pertumbuhan DPK syariah perseroan. Meski enggan menyebutkan target nominal secara spesifik, Romy mengatakan pertumbuhan DPK yang dibidik berada pada kisaran dua digit.
“Spesifik number saya tidak bisa share, tetapi kita harapkan pertumbuhannya ini bisa double digit seperti perbankan syariah tentunya, dan ini baru permulaan. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih,” katanya.
Siapkan Pengembangan Fitur
Romy mengatakan perseroan akan terus mengembangkan fitur-fitur dalam Amanah Pro. Saat ini, selain layanan tabungan dan transfer, aplikasi tersebut telah dilengkapi fitur asuransi jiwa serta fasilitas nilai tukar valuta asing yang lebih kompetitif untuk kebutuhan transaksi di luar negeri.
Menurut dia, sejumlah fitur tambahan tengah disiapkan untuk memperkaya layanan kepada pengguna.
“Fitur-fitur ini akan kita kembangkan lagi, tapi pada saat ini barangkali saya belum bisa beritahu di mana fitur-fitur tambahannya. Tapi nanti insya Allah pasti ada fitur-fitur tambahan yang sangat menarik untuk pemakai-pemakai dari Amanah Pro,” ujarnya.
Selain itu, perseroan juga telah menetapkan target jumlah nasabah pengguna Amanah Pro. Namun, target tersebut masih bersifat internal dan akan terus disesuaikan seiring pengembangan layanan.
Update Spin Off UUS BNII
Mengenai pemisahan unit, Romy mengatakan pihanya telah mempersiapkan diri untuk melakukan pemisahan atau spin off unit usaha syariah (UUS) Maybank Indonesia. Hingga akhir 2025, total aset Maybank Syariah mencapai Rp 44,13 triliun. Angka tersebut semakin mendekati batas minimum aset untuk spin off sesuai ketentuan regulator, yakni Rp 50 triliun.
Romy mengatakan perseroan akan menyiapkan proses pemisahan tersebut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Dia juga tidak menyebutkan secara spesifik target kapan spin off.
"Pokoknya itu, itu masih dalam persiapan," kata dia.
