Prospek Saham TLKM, EXCL, ISAT saat Lelang Frekuensi Komdigi, Siapa Akan Menang?

Karunia Putri
7 Mei 2026, 15:29
TLKM
Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Smartfren, Katadata/Desy Setyowati
Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tiga emiten telekomunikasi telah mendaftarkan diri sebagai peserta lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pemenang akan diumumkan Juli 2026.

Peserta yang memenangkan lelang frekuensi 700 MHz akan memperoleh hak penggunaan spektrum untuk memperluas jangkauan layanan mobile broadband 4G/LTE sekaligus mempercepat implementasi jaringan 5G di berbagai kota dan kabupaten.

Emiten yang memenangkan lelang ini juga dapat meningkatkan kualitas layanan operator dan berpotensi mendongkrak average revenue per user (ARPU), meski dampaknya tak langsung terlihat secara instan.

Tiga operator yang telah menyelesaikan tahapan pengambilan akun sistem e-auction yakni PT Telkomunikasi Selular anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Para analis menjagokan emiten berbeda yang berpeluang memenangkan lelang tersebut. Investment Specialist Korea Investment Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menilai ISAT memiliki peluang terbesar untuk keluar sebagai pemenang.

Menurut dia, dari sisi kesiapan infrastruktur dan strategi bisnis, posisi ISAT relatif lebih unggul. Sementara itu, TLKM saat ini tengah fokus melakukan perampingan bisnis melalui sejumlah aksi spin off anak usaha. Di sisi lain, EXCL masih berada dalam tahap konsolidasi aset pascamerger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN).

“Untuk ISAT, kami melihat diversifikasi lini bisnis melalui pengembangan Sahabat-AI akan membuat sumber pendapatan perseroan semakin terdiversifikasi,” kata Ahmad kepada Katadata, Kamis (7/5).

Kemudian, KISI memasang target harga saham dalam 12 bulan ke depan sebesar Rp 2.800 untuk ISAT, Rp 3.300 untuk TLKM dan Rp 3.800 untuk EXCL.

Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai ketiga operator sama-sama memiliki kans kuat untuk memenangkan lelang. TLKM lewat Telkomsel disebutnya punya posisi kas paling kuat untuk mengamankan blok frekuensi yang besar.

Spektrum 700 MHz dibutuhkan Telkomsel untuk memperluas jangkauan 4G dan 5G di wilayah rural. Sementara pita 2,6 GHz penting untuk meningkatkan kapasitas jaringan di kota besar guna mendukung strategi konektivitas gigabit dan pengembangan kecerdasan buatan.

Adapun EXCL, kata David, menjadi top pick di sektor telekomunikasi. Ini karena proyeksi pertumbuhan EBITDA emiten tersebut yang dinilai paling agresif.

Menurut dia, tambahan spektrum akan menjadi katalis penting bagi EXCL untuk mendorong efisiensi biaya operasional, terutama dengan mengurangi ketergantungan pada pembangunan infrastruktur tambahan. Selain itu, frekuensi baru akan mempercepat komersialisasi layanan 5G di 88 kota pada 2026.

Selanjutnya, David melihat ISAT memiliki peluang kuat memenangkan lelang, terutama karena kebutuhan tambahan spektrum untuk menopang pertumbuhan trafik data yang terus meningkat. Perseroan juga tengah fokus mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan melalui inisiatif Sahabat-AI, sehingga kapasitas jaringan tambahan menjadi kebutuhan strategis.

David memperkirakan spektrum 700 MHz berpotensi terbagi rata atau dimenangkan operator dengan komitmen pembangunan wilayah rural terkuat, yakni TLKM dan EXCL. Adapun pita 2,6 GHz diperkirakan akan menjadi arena persaingan sengit karena perannya yang vital menopang lonjakan trafik data di kawasan perkotaan.

Menurut dia, kemenangan dalam lelang ini akan menjadi sentimen positif jangka panjang bagi emiten telekomunikasi. Tambahan frekuensi dapat meningkatkan efisiensi biaya karena operator tidak perlu membangun BTS dalam jumlah terlalu rapat, sehingga belanja modal dan biaya operasional lebih terkendali.

Selain itu, spektrum baru akan menjadi fondasi monetisasi layanan 5G, termasuk fixed wireless access (FWA) dan solusi berbasis AI untuk segmen korporasi.

Peningkatan kualitas jaringan juga membuka ruang bagi operator untuk menaikkan harga paket data secara bertahap, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan pendapatan.

IPOT memproyeksikan pertumbuhan EBITDA sektor telekomunikasi mencapai 7% secara tahunan pada tahun fiskal 2026.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...