Danantara Bersiap Bawa Holding WtE Denera IPO Jumbo di BEI, Intip Skenarionya

Nur Hana Putri Nabila
11 Mei 2026, 17:59
Danantara bawa Denera IPO BEI
Katadata/Nur Hana Putri Nabila
CIO Danantara, Pandu Sjahrir, menjawab pertanyaan awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (2/2).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara Indonesia memberikan sinyal akan membawa holding usaha barunya PT Daya Energi Bersih Nusantara atau PT Denera untuk mencatatkan saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Denera merupakan perusahaan induk untuk mengelola seluruh proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy (WtE) di Indonesia. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir mengatakan keinginan untuk proyek jumbo itu cukup besar mencapai US$ 5 miliar atau sekitar Rp 87 triliun. 

Pandu penyebut keinginan besarnya akan ada arus kas masuk dan berharap akan selesai pada 2028. Hal itu yang menjadi salah satu alasan Denera akan menjadi perusahaan terbuka. 

“Kami mau buat menjadi perusahaan terbuka (Tbk) di sini, keinginan kami salah satunya itu, Denera (IPO),” ucap Pandu ketika ditemui di Gedung BEI, Selasa (11/5). 

Sebelumnya Lead WtE Danantara Fadli Rahman mengatakan entitas tersebut resmi dibentuk pada 1 April 2026 dan akan berfokus menjalankan program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di berbagai wilayah. Denera selanjutnya akan menjadi anak dari PT Danantara Investment Management (DIM) 

“Denera inilah yang memegang dari sisi saham dan juga dari sisi operasional dan pengelolaan untuk seluruh PSEL dibawah Danantara Investment,” ujar Fadli dalam acara update proyek WtE di Wisma Danantara, Kamis (9/4). 

Fadli menjelaskan, Denera tidak hanya berperan sebagai pengelola proyek hilir, tetapi juga akan mendorong pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir. Program WtE disebut sebagai katalis untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. 

Menurut Fadli, upaya tersebut mencakup peningkatan tingkat pengumpulan sampah (collection rate), penguatan sistem pengelolaan seperti DPS3R hingga edukasi masyarakat agar lebih sadar dalam mengelola sampah. Selain sampah rumah tangga, ke depan Denera juga akan mengembangkan pengelolaan untuk jenis sampah lain, termasuk limbah industri hingga limbah berbahaya.

Tugas dan Fungsi Denera 

Dalam struktur bisnisnya, PT Denera akan menjadi holding bagi setiap Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) proyek PSEL. Masing-masing BUPP akan merupakan perusahaan patungan antara Denera dan konsorsium mitra terpilih. 

Denera selanjutnya akan memegang porsi saham di setiap proyek PSEL, dengan struktur kepemilikan ditetapkan sebesar 70% untuk mitra Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP), dan sebesar 30% oleh Denera. 

Selain itu, Denera juga akan bertanggung jawab atas operasional proyek. Adapun, setiap pembangunan satu unit PSEL membutuhkan investasi Rp 2,5 triliun hingga Rp 2,8 triliun.

"Denera juga akan menjadi perusahaan yang terintegrasi dalam hal pengelolaan sampah. Jadi pengelolaan sampah yang terintegrasi satu hal yang harus difokuskan betul adalah PSEL," ujar Fadli.

Fadli juga mengatakan bahwa proyek PSEL menjadi pendorong utama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Ia menilai proyek PSEL tidak hanya menghasilkan listrik, namun juga mencakup pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, mulai dari tempat pembuangan, pengolahan, hingga daur ulang.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...