IHSG Ambruk ke 6.858, Market Cap Menguap Rp 4.419 Triliun sejak ATH
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup turun 0,68% ke 6.858 pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5). Sebanyak 207 saham menguat, 463 saham terkoreksi, dan 151 saham tidak bergerak.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini sebesar Rp 16,29 triliun dengan volume 32,98 miliar saham dan frekuensi sebanyak 2,53 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG hari ini Rp 12.171 triliun.
Apabila menilik jauh ke belakang, IHSG sempat tembus all-time high (ATH) pada 20 Januari 2026 lalu ke level 9.134 dengan kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 16.590 triliun. Kini, indeks makin menjauh dari level tertinggi sepanjang masa itu dan kapitalisasi pasarnya telah menguap hingga Rp 4.419 triliun.
Phintraco Sekuritas menilai pelemahan rupiah ke level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets Index menjadi sentimen negatif yang menekan pergerakan IHSG.
Selain itu, yield surat utang negara (SUN) tenor 10 tahun tercatat naik 10 basis poin ke level 6,72%, yang menjadi posisi tertinggi dalam dua pekan terakhir. Menurut Phintraco, kenaikan tersebut dipicu oleh penguatan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi pelebaran defisit APBN.
Kondisi tersebut juga mendorong nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menyentuh rekor terendah di level Rp 17.525 per dolar AS.
Kendati demikian, Phintraco menilai kenaikan yield obligasi pemerintah tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat, yield obligasi Pemerintah AS juga meningkat seiring pelaku pasar menantikan rilis data inflasi.
Di Inggris, yield obligasi pemerintah naik ke level tertinggi sejak 2008 di tengah tekanan terhadap Perdana Menteri Keir Starmer untuk mundur dari jabatannya.
“Sementara itu sektor kesehatan mencatatkan koreksi terbesar (3.51%), sedangkan sektor basic materials membukukan kenaikan terbesar 1.85%,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Selasa (12/5).
Di samping itu, dari sebelas sektor yang ada di BEI, tujuh sektor terpantau di zona merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni kesehatan yang turun hingga 3,51%. Adapun saham sektor ini yang berada di zona merah yaitu PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang turun 14,69% ke Rp 610.
Bursa saham Asia bergerak bervariasi. Indeks Hang Seng turun 0,22% dan Shanghai Composite terkoreksi 0,25%. Sedangkan Nikkei tumbuh 0,52% dan Straits Times naik 0,07%.
Saham top gainers:
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 14,86% ke Rp 2.280
- PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 9,25% ke Rp 5.375
- PT Indosat Tbk (ISAT) naik 7,80% ke Rp 2.350
Saham top losers:
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turun 15% ke Rp 7.650
- PT Kimia Farma Tbk (KAEF) turun 14,69% ke Rp 610
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 8,25% ke Rp 945
