Raup Laba Rp 956 Miliar, Intip Pundi-Pundi Emiten Batu Bara ITMG Kuartal I 2026

Nur Hana Putri Nabila
14 Mei 2026, 06:15
ITMG
Indo Tambangraya Megah
Gambaran umum aktivitas bisnis PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih periode berjalan sebesar US$ 54,67 juta pada kuartal pertama 2026. Angka itu setara dengan Rp 956,20 miliar (asumsi kurs Rp 17.490,39 per dolar AS).

Berdasarkan laporan keuangannya, ITMG juga mendapatkan pendapatan US$ 497,57 juta atau sekitar Rp 8,7 triliun pada Januari–Maret 2026. Adapun produksi batu bara ITMG sebesar 4,7 juta ton sepanjang triwulan pertama tahun ini.

Torehan itu turun dibandingkan 5,3 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan terjadi akibat tingginya curah hujan yang memengaruhi volume produksi.

Kendati demikian, volume penjualan ITMG naik 6% secara tahunan menjadi 6,3 juta ton. Kenaikan penjualan ini mendorong pendapatan perseroan tumbuh 3% year-on-year (YoY), meski harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) turun dari US$ 82 per ton pada triwulan pertama 2025 menjadi US$ 79 per ton pada kuartal I 2026.

Kemudian, beban pokok pendapatan naik 5% secara tahunan pada kuartal pertama 2026, terutama dipicu volume penjualan batu bara yang lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan itu turut didukung penjualan batu bara pihak ketiga sebesar 0,7 juta ton serta pemanfaatan persediaan batu bara pada akhir 2025.

Sementara itu, beban penjualan turun tipis 2% menjadi US$ 43 juta, sedangkan beban umum dan administrasi naik 9% menjadi US$ 13 juta.

“Sehingga total beban operasional tercatat sebesar US$ 56 juta pada 3M26, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya,” tulis manajemen ITMG dalam keterangannya, Rabu (13/5). 

Dari sisi neraca, ITMG mencatat total aset sebesar US$ 2,4 triliun per 31 Maret 2026. Kas dan setara kas tercatat sebesar US$ 747 juta, sementara deposito jangka pendek mencapai US$ 192 juta.

Total liabilitas ITMG turun menjadi US$ 480 juta pada akhir Maret 2026 dari sebelumnya US$ 498 juta pada akhir 2025. Di sisi lain, total ekuitas meningkat menjadi US$ 1,9 triliun dibandingkan US$ 1,9 triliun pada akhir tahun lalu, terutama ditopang kenaikan laba ditahan menjadi US$ 1,53 triliun dari US$ 1,47 triliun. 

Namun, kenaikan itu sebagian tergerus oleh aksi pembelian kembali saham (treasury stock) senilai US$ 12 juta pada kuartal pertama 2026.

Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar US$ 65 juta pada kuartal pertama 2026. Torehan itu naik 42% dibandingkan US$ 46 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Terutama disebabkan oleh penurunan pembayaran kepada pemasok,” tulis manajemen. 

Dari sisi arus kas, ITMG mencatat arus kas keluar bersih dari aktivitas investasi sebesar US$ 107 juta pada kuartal I 2026. Angka tersebut berbalik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat arus kas masuk bersih US$ 44 juta.

Hal  itu terutama disebabkan kenaikan penempatan dana pada deposito jangka pendek dan kas yang dibatasi penggunaannya, serta lebih rendahnya realisasi deposito jangka pendek yang jatuh tempo.

Sementara itu, arus kas keluar bersih dari aktivitas pendanaan meningkat 28% secara tahunan dari US$ 15 juta pada kuartal I 2025 menjadi US$ 19 juta pada kuartal I 2026. Kenaikan tersebut terutama dipicu pembelian kembali saham treasury, meski pembayaran pinjaman bank tercatat lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...