Investor Asing Ramai Lepas Saham yang Didepak MSCI, Ada DSSA, ANTM, AMMN, CUAN
Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 428 miliar pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (18/5). Tekanan jual terutama menyasar saham-saham yang sebelumnya dikeluarkan oleh MSCI dari indeks globalnya.
Sejumlah emiten yang ramai dilepas investor asing antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), hingga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DSSA menjadi emiten yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual mencapai Rp 77 miliar. Posisi berikutnya ditempati ANTM sebesar Rp 76 miliar, disusul PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) senilai Rp 75 miliar.
Tekanan jual tersebut turut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup anjlok 3,76% atau turun 252,97 poin ke level 6.470 pada akhir perdagangan sesi pertama.
Secara intraday, IHSG bahkan sempat terperosok hingga 4,77% ke posisi 6.402. Pelemahan indeks terutama dipicu tekanan pada saham-saham sektor industri dasar dan transportasi.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, fokus pasar pekan ini masih tertuju pada implementasi MSCI Rebalancing menjelang effective date pada 29 Mei 2026.
Menurut dia, volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi, terutama saat sesi closing auction yang biasanya menjadi momentum utama penyesuaian portofolio oleh dana pasif global.
“IPOT melihat tekanan pasar saat ini lebih mencerminkan faktor teknikal dan mekanisme global rebalancing dibanding deteriorasi fundamental ekonomi domestik secara struktural. Dengan pertumbuhan GDP Indonesia kuartal I-2026 yang tetap solid di level 5,61%, pasar domestik sebenarnya masih memiliki fondasi fundamental yang cukup resilien,” kata Imam dalam keterangannya dikutip Senin (18/5)
Daftar 10 Saham yang Ramai Dijual Asing Perdagangan Sesi I Hari Ini:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dijual Rp 77 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dijual Rp 76 miliar
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), dijual Rp 75 miliar
- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dijual Rp 41 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dijual Rp 41 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dijual Rp 36 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dijual Rp 34 miliar
- PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), dijual Rp 28 miliar
- PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dijual Rp 24 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dijual Rp 22 miliar
MSCI Depak 18 Saham Indonesia
Sebelumnya, MSCI mendepak 18 saham dari indeks mereka. Sebanyak enam saham Indonesia dari daftar MSCI Global Indexes. Tiga di antaranya merupakan saham milik konglomerat Prajogo Pangestu yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
MSCI juga mengeluarkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Untuk PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), MSCI mengeluarkannya dari daftar indeks global dan menurunkannya ke MSCI Small Cap Indexes.
Adapun BREN dan DSSA merupakan emiten yang masuk dalam daftar pemegang saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC). MSCI tidak menambah saham Indonesia dalam kategori indeks global cap.
“Seluruh perubahan akan berlaku setelah penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dengan tanggal efektif 1 Juni 2026,” tulis MSCI dalam pengumumannya, Rabu (13/5).
Kemudian MSCI juga mengeluarkan tiga belas emiten dari daftar MSCI Small Cap Indexes. Di antaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Selanjutnya PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) serta PT Parik Kerja Tjiwi Kimia Tbk (TKIM).
Kemudian PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). MSCI tidak menambah atau menguragi indeks di daftar MSCI Micro Cap Indexes.
MSCI akan melakukan tinjauan selanjutnya pada periode Agustus 2026 dengan pengumuman pada 12 Agustus 2026 dan tanggal efektif pada 1 September 2026.
