PGAS Amankan Pasokan Gas Jumbo LNG Abadi Masela untuk 15 Tahun, Intip Prospeknya
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengamankan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela untuk memperkuat ketahanan pasokan energi jangka panjang. Proyek LNG Abadi Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia.
Sejalan dengan langkah tersebut, PGAS menandatangani sejumlah kesepakatan pasokan LNG domestik dalam ajang Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention & Exhibition 2026. Kontrak kerja sama itu memiliki durasi hingga 15 tahun.
Corporate Secretary PGAS Fajriyah Usman mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan gas bumi di tengah dinamika industri energi global.
“Sekaligus mendukung pertumbuhan kebutuhan energi nasional di tengah dinamika industri energi global,” kata Fajriyah dalam keterangannya, dikutip Kamis (21/5).
Menurut dia, penguatan integrasi pasokan gas pipa dan LNG domestik menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan penyaluran energi bagi pelanggan di berbagai sektor. PGAS juga terus memperkuat pengelolaan pasokan gas bumi secara terintegrasi melalui kombinasi pasokan gas pipa dan LNG yang bersumber dari dalam negeri.
Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan penyaluran gas bumi sekaligus meningkatkan fleksibilitas pemenuhan kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah.
Dalam kesempatan itu, PGAS menandatangani sejumlah kesepakatan strategis terkait pasokan gas bumi, baik melalui optimalisasi lapangan domestik maupun pengembangan pasokan LNG jangka panjang.
Untuk memperkuat pasokan gas pipa domestik, PGAS bersama sejumlah pemasok gas bumi menandatangani beberapa perjanjian, antara lain:
- Amandemen Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) untuk perpanjangan kontrak pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Corridor bagi kebutuhan bahan bakar gas dan jaringan gas rumah tangga
- Perubahan dan pernyataan kembali PJBG untuk perpanjangan kontrak pasokan gas bumi dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML)
- Key terms dengan Medco E&P Sakakemang untuk pembelian pasokan gas bumi dari WK Sakakemang.
Sementara itu, untuk memperkuat fleksibilitas penyaluran melalui pasokan gas berbasis LNG, PGAS bersama Pertamina dan mitra strategis menandatangani tiga kesepakatan yaitu head of Agreement (HoA) LNG South Hub, Head of Agreement (HoA) LNG North Hub dan HoA pembelian LNG Abadi Masela sebagai bagian dari pengamanan pasokan LNG jangka panjang.
Fajriyah mengatakan, kombinasi pasokan gas berbasis pipa dan LNG dari berbagai sumber tersebut akan memperkuat kemampuan PGAS dalam menyalurkan gas bumi ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang sudah ada maupun wilayah pengembangan baru.
Adapun proyek LNG Abadi Masela merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai US$ 20,94 miliar yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Dioperatori oleh INPEX bersama Pertamina dan Petronas, mega-proyek hulu migas ini ditargetkan beroperasi (onstream) pada tahun 2029.
Proyek ini menghasilkan gas bumi sebesar 9,5 juta ton per tahun Liquefied Natural Gas (LNG), 150 MMSCFD gas pipa dan sekitar 35 ribu barel kondensat minyak per hari.
