Harga Saham TPIA Anjlok 47% Sepekan, Manajemen Barito Respons Rumor Margin Call
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merespons pelemahan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di Bursa Efek Indonesia. Penurunan itu disebut-sebut tersulut kabar penjaminan saham atau margin call di sejumlah sekuritas.
Manajemen Barito Pacific menyatakan seluruh fasilitas pembiayaan dan pengaturan jaminan saham yang dilakukan perseroan dikelola secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai skenario risiko secara terukur. Corporate Communication BRPT menyampaikan, pengaturan jaminan saham tersebut juga telah dilengkapi mitigasi untuk mengantisipasi volatilitas pasar.
“Perusahaan terus menjaga rasio margin dan posisi likuiditas secara disiplin sejalan dengan prinsip kehati-hatian serta praktik manajemen risiko yang baik,” tulis Corporate Communication BRPT dalam keterangan resmi dikutip Kamis (21/5).
Perseroan menilai pergerakan harga saham merupakan bagian dari dinamika pasar yang normal. Barito Pacific juga menegaskan operasional dan fundamental bisnis perseroan beserta entitas anak tetap solid, ditopang fundamental usaha yang kuat serta kinerja operasional yang dinilai tangguh.
Apabila melihat pergerakan saham TPIA, mengalami koreksi signifikan dalam sepekan terkahir. Pada perdagangan hari ini, sahamnya anjlok 14,66% ke Rp 2.270. Dalam sepekan, saham TPIA amblas 47,21%.
Seiring dengan pelemahan harga saham TPIA, harta kekayaan konglomerat Indonesia Prajogo Pangestu anjlok hingga 16,97% pada hari ini, Kamis (21/5). Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires per 21 Mei 2026, kekayaan Prajogo menguap sekitar US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp 49,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.719 per dolar AS.
Alhasil hartanya kini sisa US$ 13,7 miliar atau sekitar Rp 242,75 triliun dan masih menempati posisi ke-219 orang terkaya dunia versi Forbes secara real time. Namun posisinya kini turun menjadi orang terkaya nomor tiga di Indonesia.
