Wall Street Menghijau Usai Yield Treasury Melandai, Pasar Tunggu Damai AS - Iran

Karunia Putri
25 Mei 2026, 06:30
Ilustrasi - Bursa Wall Street. ANTARA/Reuters/Mike Segar
Antara
Ilustrasi - Bursa Wall Street. ANTARA/Reuters/Mike Segar
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Jumat (22/5) waktu setempat setelah imbal hasil (yield) obligasi treasury melandai. Kenaikan ini membuat bursa saham AS mencatat kinerja positif sepanjang pekan meski volatilitas pasar masih tinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 294,04 poin atau 0,58% ke level 50.579,70. Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 0,37% ke posisi 7.473,47 dan Nasdaq Composite tumbuh 0,19% menjadi 26.343,97.

Meski seluruh indeks ditutup di zona hijau, kenaikan pada akhir sesi perdagangan lebih terbatas dibandingkan posisi tertinggi yang sempat dicapai pada awal perdagangan.

“Kondisi pasar saat ini menunjukkan investor lebih khawatir kehilangan peluang perdamaian di Timur Tengah dibandingkan risiko mempertahankan posisi beli hingga akhir pekan,” ujar Kepala Strategi Interactive Brokers Steve Sosnick dikutip dari CNBC Senin (25/5).

Dia menjelaskan pasar masih menantikan kepastian terkait potensi kesepakatan antara AS dan Iran untuk menaggkhiri perang. Reuters melaporkan tim dari Qatar terbang ke Teheran pada Jumat dengan koordinasi bersama AS untuk membantu proses negosiasi penghentian konflik.

Harga minyak dunia ikut bergerak lebih stabil. Minyak mentah Brent naik 0,9% dan ditutup di level US$ 103,54 per barel sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 0,3% menjadi US$ 96,60 per barel. Namun, kenaikan itu lebih rendah dibandingkan posisi tertinggi yang sempat tercapai pada awal pekan seiring harapan pasar terhadap meredanya konflik Iran.

Di pasar obligasi, imbal hasil treasury tenor 10 tahun turun hampir 3 basis poin menjadi sekitar 4,56% pada Jumat sore. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 thun turun lebih dari 4 bps ke level 5,06%.

Sebelumnya, volatilitas di pasar obligasi sempat menekan pergerakan saham pada awal pekan. Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007, sedangkan tenor 10 tahun mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kondisi ini dipicu kekhawatiran investor bahwa perang AS-Iran yang berkepanjangan dapat menjaga harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi.

Secara terpisah, saham Qualcomm melonjak hampir 12% pada Jumat dan mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Sepanjang pekan ini, saham perusahaan teknologi tersebut telah naik 18,2%.

Secara mingguan, indeks S&P 500 naik 0,9% dan mencatat penguatan selama delapan pekan berturut-turut, menjadi reli mingguan terpanjang sejak akhir 2023. Dow Jones naik 2,1% dan mencatat pekan positif ketiga dalam empat pekan terakhir. Adapun Nasdaq naik 0,5% dan membukukan kenaikan mingguan ketujuh dalam delapan pekan terakhir.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...