Telkom (TLKM) Tertekan, Laba Kuartal I 2026 Turun 21,7% Jadi Rp 4,34 Triliun
Kinerja keuangan PT Telkom Indonesia TBk (TLKM) sepanjang kuartal pertama 2026 mengalami tekanan yang cukup berat. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk TLKM anjlok menjadi Rp 4,34 triliun atau turun 21,7% year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,54 triliun.
Sejalan dengan itu, laba per saham dasar emiten telekomunikasi pelat merah itu juga ikut turun. Nilainya menyusut menjadi Rp 43,90 per saham dari sebelumnya Rp 56,02 per saham.
Berdasarkan laporan keuangannya, TLKM membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 37,18 triliun pada triwulan pertama tahun ini. Angka tersebut naik 1,5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 36,63 triliun. Akan tetapi, laba periode berjalannya justru turun 17,5% YoY menjadi Rp 6,05 triliun dari sebelumnya Rp 7,33 triliun.
Berikutnya, sejumlah beban operasional TLKM terpantau naik. Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi meningkat 15,5% YoY menjadi Rp 11,09 triliun dari sebelumnya Rp 9,60 triliun.
Sementara itu, beban penyusutan dan amortisasi naik 3,9% YoY menjadi Rp 8,69 triliun dibandingkan Rp 8,37 triliun pada kuartal pertama 2025. Beban interkoneksi turun 11,9% YoY menjadi Rp 1,81 triliun dari Rp 2,06 triliun.
Di sisi lain, beban karyawan juga tercatat turun 3,1% YoY menjadi Rp 4,03 triliun dari sebelumnya Rp 4,15 triliun. Beban umum dan administrasi juga menurun 13,8% YoY menjadi Rp 1,56 triliun dibandingkan Rp 1,81 triliun pada triwulan pertama 2025.
Akibat tekanan pada sisi beban, laba usaha Telkom pun merosot 12,2% YoY menjadi Rp 8,92 triliun dari Rp 10,16 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Apabila menilik dari sisi neraca, jumlah aset TLKM tercatat Rp 289,95 triliun, liabilitas sebesar Rp 134,14 triliun, dan ekuitas Rp 155,81 triliun.
Pangkas Anak Usaha dari 67 Jadi 19 Entitas
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara tengah melakukan aksi bersih-bersih sekaligus merampingkan anak usaha TLKM dari 67 menjadi 19 entitas.
Pada Senin (25/5) lalu, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bertemu dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia, Seno Soemadji, di Wisma Danantara, Jakartya. Pertemuan itu antara lain membahas perkembangan pelaksanaan streamlining dan transformasi bisnis Telkom Group.
Dalam pertemuan itu, Telkom mebeberkan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru. Langkah itu bertujuan memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif.
Telkom Group juga terus mempercepat proses streamlining perusahaan sebagai bagian dari transformasi besar demi membangun struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, dan kompetitif. Dari semula memiliki 67 entitas, Telkom menargetkan penyederhanaan menjadi 19 entitas pada akhir tahun ini demi memperkuat perannya sebagai strategic holding digital nasional.
Dony mengatakan, transformasi dan streamlining yang dijalankan Telkom Group menjadi bagian penting dalam memperkuat fokus bisnis. Aksi itu juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri digital yang terus berubah.
“Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional,” ujar Dony dalam keterangannya dikutip Jumat (29/5).
Sebagai bagian dari agenda transformasi tersebut, sejumlah program prioritas juga terus dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, dan InfraCo. Program prioritas lainnya juga penataan lisensi Telkom Group demi mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
Melalui transformasi itu, BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan tata kelola, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan.
TLKM Gelar RUPS 8 Juni 2026
TLKM bakal menyelenggarakan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 8 Juni. Rapat tersebut diyakini bakal membawa arah baru bagi BUMN itu.
Dalam RUPS nanti, agenda yang pasti akan dibahas yakni pemangkasan anak usaha besar-besaran. Dony Oskaria mengatakan aksi itu sesuai dengan rencana perampingan bisnis BUMN, termasuk di BUMN telekomunikasi tersebut.
Apabila menilik mata agenda penting itu, RUPS Telkom juga akan membahas sejumlah agenda strategis lainnya, mulai dari persetujuan laporan tahunan hingga pengesahan laporan keuangan konsolidasian Tahun Buku 2025. Selain itu, ada pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris TLKM atas pelaksanaan tugas selama tahun berjalan.
RUPS Telkom juga akan menetapkan penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025, penetapan gaji, honorarium, fasilitas, serta remunerasi pengurus untuk Tahun Buku 2026. Di samping itu, akan ada penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan serta program pendanaan usaha mikro dan kecil (PUMK) Tahun Buku 2026.
RUPS nanti juga membahas rencana pembelian kembali saham (buyback), pendelegasian kewenangan terkait Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027, hingga perubahan anggaran dasar perseroan.
“Mata acara 8 perubahan pengurus perseroan,” demikian tertulis dalam mata acara RUPS Telkom.
