Ekspor Satu Pintu Dimulai, Bagaimana Dampak ke Saham Tambang hingga Sawit?

Nur Hana Putri Nabila
2 Juni 2026, 17:35
Apa Itu Investasi Saham
Pexels
Apa Itu Investasi Saham
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Implementasi kebijakan ekspor satu pintu mulai memengaruhi saham sejumlah emiten berbasis komoditas hingga kelapa sawit. 

Pada perdagangan saham sesi pertama siang ini, Selasa (2/6) sejumlah saham komoditas tambang terpantau lesu. Misalnya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 1,54% ke Rp 2.550 dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkoreksi 2,06% ke Rp 1.190. 

Kemudian saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga tergelincir 3,85% ke Rp 7.500 dan PT Bumi Resources Tbk (BRMS) stagnan. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tergelincir 0,21% ke Rp 4.720 dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) turun 1,69% ke Rp 875. 

Meksi begitu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 4,83% ke Rp 3.040, PT Timah Tbk (TINS) tumbuh 0,62% ke Rp 3.230, dan PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) melonjak hinga 14,85% ke Rp 3.790. 

Dari sisi emiten kelapa sawit, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 1,16% ke Rp 1.305, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) naik 2,94% ke Rp 1.225, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)  tumbuh 1,93% ke Rp 6.600.

Implementasi Ekspor Satu Pintu

Kebijakan ekspor satu pintu untuk sumber daya alam strategis Indonesia melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan berlaku mulai hari ini Senin, 1 Juni 2026. Meski begitu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pelaksanaannya akan dimulai secara bertahap.  

“Pelaksanaan kebijakan ini pada tahap awal dimulai pada tiga komoditas strategis yang merupakan tiga komoditas ekspor terbesar Indonesia, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan ferroalloy (besi paduan),” ujar Airlangga dalam konferensi pers yang berlangsung di Wisma Danantara, Minggu (31/5). 

Airlangga mengatakan, penerapan ekspor satu pintu merupakan momentum penting dalam penguatan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang manfaatnya digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sesuai UUD 1945 Pasal 33. Kebijakan itu menurut Airlangga merupakan tindak lanjut dari pidato Presiden pada rapat paripurna tanggal 20 Mei 2026. 

“Pada intinya, pemerintah akan melakukan perbaikan secara mendasar terhadap ekspor SDA strategis yang dilakukan melalui BUMN ekspor,” ujar Airlangga lagi. 

Lebih jauh Airlangga mengatakan tiga komoditas strategis yang akan dikendalikan pada tahap awal menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 66,13 miliar atau setara 23,4% dari total eskpor nasional. Sawit, batubara dan besi paduan menurut Airlangga menjadi penopang ekspor sehingga surplus dalam beberapa waktu terakhir. 

Rinciannya, ekspor batu bara mencapai US$24,48 miliar, kemudian kelapa sawit (CPO) sebesar US$24,42 miliar, dan ferroalloy sebesar US$16,49 miliar.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...